Relief wayang gatotkaca


relief ornamen batu paras jogja / batu paras putih gambar wayang gatotkaca

Relief wayang batu alam paras jogja / batu alam paras putih.
Gambar yang tampak timbul diatas lempengan batu putih, pembuatanya dengan cara ditatah secara manual hingga menghasilkan karya seni lukisan timbul yang indah.
Gambar Relief wayang untuk hiasan tempelan dinding rumah, penempatanya dapat dipasang didinding teras rumah maupun dalam ruangan atau menurut situasi bentuk rumah.

Lihat juga motif ornamen relief wayang yang lainya:
Untuk pemesanan relief wayang maupun kerajinan batu putih yang lainya silahkan hubungi kontak disamping.


Sedikit cerita kisah tokoh pewayangan Raden Gatotkaca yang diambil dari beberapa sumber.

Raden Gatotkaca adalah putera Raden Wrekudara yang kedua.
Ibunya seorang putri raksasa bernama Dewi Arimbi di Pringgandani.
Waktu dilahirkan Gatotkaca berupa raksasa, karena sangat saktinya tidak ada senjata yang dapat memotong tali pusatnya.
Kemudian tali pusat itu dapat juga dipotong dengan senjata Karna yang bernama Kunta, tetapi sarung senjata itu masuk ke dalam perut Gatotkaca, dan menambah lagi kesaktiannya.
Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian, karena itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah gala-gala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang.
Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar.
Gatotkaca diangkat jadi raja di Pringgadani dan ia disebut kesatria di Pringgadani, karena pemerintahan negara dikuasai oleh keturunan dari pihak perempuan.
Dalam perang Baratayudha Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang ditujukan kepada Gatotkaca.
Ketika Gatotkaca bersembunyi dalam awan. Gatotkaca jatuh dari angkasa dan mengenai kereta kendaraan Karna hingga hancur lebur. Gatotkaca beristerikan saudara misan, bernama Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna.
Dalam riwayat, Gatotkaca mati masih sangat muda.
To Top