Produk Terbaru
Tampilkan postingan dengan label relief. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label relief. Tampilkan semua postingan

Relief singa

Gambar relief singa dan macan untuk hiasan tempelan dinding Rumah.
Relief menggunakan batu alam paras jogja atau batu alam putih.

Relief batu alam paras jogja/batu putih, gambar singa dan macan

Relief singa dan macan sangat cocok untuk hiasan dalam ruang depan  maupun dinding depan rumah.
Gambar relief singa dan macan dibuat ukuran Panjang 1m, Lebar 1m dan tebal batu 10cm Relief / Lukisan batu alam pun tampak lebih timbul.
Ukiran dari batu alam yang kini semakin berkembang dari desain bentuk gambar motif yang beraneka ragam, hampir semua lukisan-lukisan dan yang ada di alam ini dapat di buat menjadi lukisan timbul dari batu alam paras putih.
Fungsi dari relief adalah sebagai hiasan dinding yang bergambar, dari kebanyakan relief batu alam untuk dinding menonjolkan lukisan seni yang indah pada sebuah lempengan batu alam yang dibuat sedemikian rupa oleh seniman pahat hinggan membentuk lukisan yang menonjol pada permukaan batu alam.
Dan rata-rata ukiran batu alam tidak dicat alasanya karena menonjolkan seni alamnya, tapi ada juga sebagian menginginkan ukiran batu alam dilapisi cat. Sebenarnya kembali lagi pada diri sendiri keselera masing-masing.
Untuk melindungi ukiran batu alam supaya tidak mudah terkena serangan jamur/lumut dan mudah untuk dibersihkan jika ada debu yang menempel pada ukiran batu alam sebaiknya ukiran di coating. Jika ukiran dicoating air pun tidak bisa masuk dalam pori-pori batu alam, hanya menempel bagian luarnya saja.
Untuk ukiran batu alam paras jogja / batu putih yang cocok menggunakan Coating Natural.
Coating natural tidak akan merubah dari warna dan postur dari batunya, jika batu ada beda warna nanti kalau batu sudah kering warna akan menjadi putih sedikit kerm dan rata.
Berbeda dengan coating doff dan gloss dapat merubah warna batu menjadi krem dan mengkilat, jika batu ada bercak-bercak coklat warna akan lebih menonjol, jadi jika batu alam warnanya kurang bagus akan lebih kelihatan.

Tag:
Lukisan batu untuk dinding
Gambar batu untuk dinding
Batu bergambar untuk dinding
Ukiran batu untuk dinding
Lukisan batu putih untuk dinding
Lukisan batu paras untuk dinding
Gambar batu putih untuk dinding
Gambar batu paras untuk dinding
Batu putih bergambar untuk dinding
Hiasan untuk dinding atau tembok

Untuk pemesanan Relief singa dan macan seperti gambar diatas maupun gambar-gambar yang lainya Silahkan hubungi kontak Jogja Stone.



Relief dewi sinta dan hanoman

Gambar Relief dewi sinta dan hanoman diambil dari cerita kisah pewayangan.

Relief batu alam paras jogja/batu putih gambar dewi sinta dan hanoman
Relief batu alam gambar motif dewi sinta dan hanoman

Relief dewi sintha dan hanoman dibuat menggunakan batu alam paras jogja atau batu alam paras putih. Gambar di atas warna tampak krem karena masih dalam keadaan basah sehabis dicuci dalam proses finishing.
Setelah kering warna akan kembali kesemula yaitu warna putih dan sedikit krem tetapi warna krem tidak begitu tampak jelas.
Jika anda sedang mencari ukiran dari batu alam yang mempunyai kuwalitas bagus dari segi bahan batunya, hasil ukiranya yang tampak jelas dan detail, jogjastone.com akan mewujudkan keinginan anda mempunyai ukiran batu alam paras putih yang indah sesuai keinginan.
Untuk desain gambar bisa ambil dari blog jogjastone.com disini maupun menyodorkan gambar milik sendiri atau jika di blog ini tidak menemukan gambar motif yang disukai dapat browsing di Internet, gambar dapat dikirim kesalah satu  kontak yang sudah saya sediakan whatsaap atau email.

Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi kontak Jogja Stone.


Relief kwan kong

Relief dewa kwan kong dalam bentuk gambar lukisan timbul diatas lempengan batu alam paras jogja atau batu alam paras putih, batu putih yang berasal dari daerah Gunungkidul.

Relief batu alam paras jogja/batu putih motif kwan kong,kwan le,kwan yu atau kwan gong

Relief batu alam paras jogja/batu putih motif kwan kong,kwan le,kwan yu atau kwan gong

Relief batu alam paras jogja/batu putih motif kwan kong,kwan le,kwan yu atau kwan gong
Relief kwan kong batu paras jogja

Relief batu alam paras jogja/batu putih motif kwan kong,kwan le,kwan yu atau kwan gong
Relief kwan kong batu putih
Relief batu alam paras jogja/batu putih motif kwan kong,kwan le,kwan yu atau kwan gongRelief batu alam paras jogja/batu putih motif kwan kong,kwan le,kwan yu atau kwan gong

Relief batu alam paras jogja/batu putih motif kwan kong,kwan le,kwan yu atau kwan gong
Tiga relief perang dewa kwan kong

kwan kong adalah seorang jendral panglima perang keenam pada 221-269 masehi.
Dewa kwan kong dikenal juga sebagai Guan yu, Guan le atau Guan gong, ia bernama lengkap guan Yunchang atau Kwan yintiang. 
Dewa kwan kong selalu dipuja karena kejujuran dan kesetiaanya. kwan kong dapat dilambangkan teladan dan sifat kesatri sejati yang menepati janji dan tak pernah mengingkari sumpahnya.
dewa kwan kong dipuja sebagai dewa pelindung dari masyarakat .
Bentuk postur tubuhnya dewa kwan kong Tinggi besar, berjengggot panjang.
Gambar-gambar Relief dewa kwan kong, Kwan yu, Kwan le atau guan gong berikut dibuat oleh jogja stone dari batu alam paras jogja atau batu putih.
relief batu alam kwan kong pesanan dari Jayakarta, Jakarta Pusat dan di Kirim ke Bogor, Jawa barat.
Ukuran asli yang dibuat kecil 60cm × 90cm menggunakan lempengan batu tebal 8cm gambar yang cukup rumit serta lumayan detail.

Lihat juga relief batu alam motif yang lainya :
Untuk informasi atau pemesanan silahkan hubungi kontak jogja stone.


Relief hanoman batu putih

Gambar berikut Relief motif hanoman di ambil dari kisah pewayangan yang mempunyai alur cerita kisah rama dan sinta. Relief hanoman cerita dalam peperangan melawan Rahwana. Gambar Relief hanoman di bawah menggunakan batu alam paras jogja atau juga bisa disebut batu putih.

Relief batu putih motif gambar hanoman

Ukiran batu putih motif hanoman bisa anda pesan di jogja stone, untuk desain gambar bisa mengambil contoh-contoh dari blog ini, jika kurang cocok dapat menyodorkan gambar desain sendiri atau bisa browsing di internet dan memilih gambar/motif yang dirasa bagus bagi anda. dapat menggunakan beberapa gambar untuk digambungkan nanti kita desain langsung dibatu alam menyesuaikan ukuran pesanan anda, juga perlu diperhatikan besar kecilya ukiran sesuai jarak pandang pada lokasi agar mendapatkan ukiran relief yang maksimal.
gambar contoh yang akan dibuat ukiran batu putih dapat dikirim kesalah satu Whatsapp, BB, Facebook atau melalui Email.
Contoh gambar lebih banyak silahkan klik MENU di atas, gambar yang telah dikumpulkan menjadi satu.


Untuk lebih jelasnya tentang motif dan harga silahkan hubungi kontak jogja stone.


Relief gambar burung bangau dan bunga lotus

Gambar relief  burung bangau dan bunga lotus batu paras putih, warna tampak krem karena sehabis dicuci menggunakan air setelah kering akan kembali kewarna aslinya yaitu ke warna putih.

Relief burung bangau dan bunga lotus dibuat dari batu alam paras jogja atau batu paras putih

Relief bunga lotus, Relief burung bangau, Relief untuk tempelan dinding, Relief memanjang, Relief timbul, Lukisan timul, Relief horizontal.

Relief burung bangau dan bunga lotus dibuat dari batu alam paras jogja atau batu paras putih

Relief gambar bunga lotus dan burung bangau ukuran aslinya 1m×2m dan dapat di rumah menjadi ukuran lebih kecil maupun ukuran lebih besar, perubahan ukuran relief gambar akan disesuaikan dengan jarak pandang. Gambar relief di atas pemasanganya disamping kolam reneng dan jarak pandang dari sebrang kolam sekitar 8meter.
Pemasangan Relief bunga lotus dan burung bangau ini, di Pondok Indah, Jakarta selatan.
Jogja stone menerima pesanan segala ukiran dari patu alam paras jogja/batu putih misalnya seperti Relief untuk tempelan dinding, Roster untuk ventilasi udara, lampion untuk lampu taman maupun pagar, patung sebagai penghias dalam rumah, halaman maupun sebagai simbol penjaga pintu dan masih banyak lagi yang dapat dibuat dari batu alam paras jogja/ batu putih.
Mungkin anda sudah tidak asing lagi mengenai ukiran dari batu alam beserta fungsi-fungsinya.
Jika anda masih kurang paham silahkan hubungi kontak jogja stone untuk mendapatkan informasi tentang motif-motif ukiran batu alam dan fungsinya, sebagian juga motif ukiran batu alam paras jogja mempunyai arti dan makna yang terkandung didalamya.
Melayani pengiriman ukiran batu alam keseluruh indonesia, untuk wilaya yang belum terjangkau pengiriman menggunakan truk khusus angkutan batu alam akan menggunakan jasa pengiriman Cargo, kita juga sudah keja sama dengan salah satu cargo yang sudah dipercaya. Bagi pengiriman selain Jakarta (Jabodetabek) dan bandung, kalau mau melihat biaya bengiriman ke wilayah masing-masing daerah silahkan klik MENU Pengiriman di atas.


Jika anda berminat memesan ukiran batu putih atau informasi harga silahkan hubungi kontak jogja stone di Samping.
Untuk melihat daftar harga Relief dan Roster Silahkan klik MENU disamping, harga berbeda-beda menurut ketebalan batu dan tingkat kerumitan motif.


Relief sepasang naga

Relief Naga untuk hiasan tempelan dinding rumah, bagus pemasangan di dalam ruangan maupun luar ruangan dan usahakan tidak terkena hujan untuk menghindari lumut/jamur supaya lebih awet dan tetap bersih. kata relief adalah sebuah gambar yang timbul atau lebih cocoknya dengan nama lukisan timbul, namun lukisan timbul / Relief dari batu alam paras jogja atau batu putih hanya menggunakan satu warna dan warna alami dari postur batunya sendiri. tapi tak jarang juga yang Relief sengaja diberi warna menggunakan cat, kembali lagi dengan selera masing-masing ada yang selera menonjolkan warna alami dari batunya ada yang suka jika di beri pewarna buatan (cat).

Relief batu alam paras jogja atau batu alam paras putih gambar sepasang naga


Relief sepasang naga berhadapan menggunakan ketebalan batu 10cm dan ukuran panjang lebarnya 120cm x 160cm.

Lihat juga gambar Relief naga untuk hiasan dinding yang lainya
Untuk konsultasi dan pemesanan Relief Naga maupun ukiran batu putih motif yang lainya
Silahkan hubungi kontak jogja stone diSamping.

Cara memasang relief batu paras jogja

Proses pemasangan relief ukir batu putih

Proses pemasangan Relief atau ukiran pada dinding rumah yang cepat, bagus dan rapi.
Video proses pemasangan dari awal sampai pengenatan/menutup sambungan ke dua lempengan batu supaya ukiran batu putih tampak utuh.


Salah satu contoh pemasangan relief menggunakan fisher 8mm dan angkur besi bulat 12mm sebagai penahan beban ukiran batu alam.
Cara pemasanganya pun mudah relief berikut tidak perlu menggunakan semen, jadi dalam proses pemasangan tidak takut kotor atau kena semen.
Untuk pemasangan Relief yang menggunakan semen biasanya tidak luput terkena percikan adukan semen dan akan sulit untuk dihilangkan jika sampai terlambat membersihkan.
Semen yang menempel pada ukiran batu mudah masuk dalam pori-pori dan supaya tidak membekas harus segera dicuci menggunakan air bersih.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan tinggalkan komentar dibawah ini atau hubungi kontak jogja stone disamping.


Relief naga dan burung hong


Relief naga dan burung hong dari batu paras jogja / batu putih

Relief naga dan burung hong motif yang terkandung di dalamnya masih sangat berkaitan dengan kebudayaan Tionghoa. Salah satu Relief motif naga dan burung hong yang menjadi salah satu penikmat seni dan juga ada artinya tersendiri dan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Burung Hong merupakan hewan legenda.
Burung Hong dalam bahasa mandarin disebut juga burung Fenghuang.
Feng sendiri adalah sebutan untuk spesies jantan, sedangkan Huang sebutan untuk betina.
Bagi masyarakat Tionghoa, burung Hong sudah menjadi hewan legendaris kedua setelah naga.
Relief naga dan burung hong yang dibuat dari batu alam paras jogja atau juga biasa disebut batu putih, bahan kerajinan batu putih berasal dari daerah Gunungkidul, Yogyakarta, dan gambar Relief diatas pesanan dari jl.pangeran jayakarta, mangga dua, Jakarta pusat.

Lihat juga ukiran batu putih motif naga yang lainya


Biasanya, burung Hong selalu disandingkan bersama naga.
Kehadiran naga bersama dengan burung Hong ini merupakan perlambang keindahan dan keabadian.
Legenda burung Hong juga dikenal di beberapa negara lain, misalnya di Mesir yang dikenal dengan nama burung Phoenix.
Dalam mitologi Mesir, burung Phoenix memiliki arti keabadian, lambang siklus kehidupan setelah mati dan simbol dari kebangkitan tubuh setelah mati.
Jika dilihat sekilas, burung Hong mempunyai bentuk seperti burung Merak. Bulu burung Hong memiliki beberapa warna dan terlihat sangat indah.
Dari kebanyakan lukisan atau motif yang menggambarkan burung Hong, burung ini mempunyai bentuk yang selalu terlihat anggun di setiap goresan bentuknya.
Dari sinilah orang Tiong Hoa percaya bahwa simbol kebahagiaan lekat dengan keberadaan burung Hong.
Mitos burung Hong sangat lekat dengan kehidupan warga Tionghoa.
Relief Naga dan burung hong sering dijadikan sebagai hiasan dinding pada dekorasi rumah.
Mereka percaya bahwa dalam mitologi China, jika burung Hong dipasangkan dengan Naga, dapat menjadi simbol hubungan mesra antara suami dan istri.
Permaisuri Kaisar Cina dan putri-putri istana pun turut menggunakan burung Hong sebagai motif utama di pakaian untuk perayaan hari besar Cina.
sebagian artikel dari batikpllatform.

Untuk pemesanan Relief Naga dan burung hong atau ukiran batu putih yang lainya
Silahkan hubungi kontak jogja stone diSamping.

Barong bali

Kerajinan batu putih gambar barong bali.

Kerajinan batu paras jogja / batu paras putih, bentuk barong bali

Mendengar kata barong biasanya tertuju pada pulau dewata, karena disana banyak barong kita jumpai dengan berbagai model dan bentuk, barong bali biasanya dibuat dari kertas, kain dan batu alam, tergantung fungsi pemakaianya.
Kalau di jawa barong biasanya berbentuk segala macam kepala hewan seperti : Hariamu, macan, sapi, singa, ular dll.
Dan gambar Barong diatas dibuat dari batu alam paras jogja/batu putih, pemasangan untuk diatas gapura pintu masuk halaman rumah.
Dibali sendiri juga ada batu paras yang dikenal dengan nama batu paras bali, corak warna batu paras bali ada beberapa warna krem dan keabu-abuan, tapi yang paling banyak kita jumpai batu paras bali berwarna keabu-abuan. Kalau di Jogja sendiri batu parasnya berwarna putih dan krem batu jogja sedikit lebih keras dari batu paras bali.
Batu paras bali dan batu paras jogja sama-sama bagus untuk dibuat sebuah kerajinan ukir seperti Relief (lukisan timbul), Patung, Roster, Ornamen, Lampion dan dinding-dinding rumah batu.


'Untuk pemesanan Barong bali dan juga kerajinan batu putih yang lainya Silahkan hubungi kontak jogja stone'

Ukiran untuk atas pintu

Gambar ukiran  atas pintu dibuat dari batu paras putih (batu jogja) untuk pintu utama, rumah dengan nuansa jawa.


ukiran dari batu alam paras jogja (batu putih)

motif ukiran bukan hanya untuk atas pintu baik juga penempatan di Balkon, pagar rumah, pilar teras, lis kliling rumah, maupun di halaman belakang seputar taman, tergantung anda untuk penempatan ukiran sebagai hiasan dinding, karena motif ukiran sangat indah dimanapun pemasanganya, motif ukiran batu alam sampai sekarang masih tetap exis tidak pernah ketinggalan jaman dan tidak akan bosan memandanginya, seakan motif ukiran selalu menjadi daya tarik sendiri bagi rumah yang tidak ada matinya selalu abadi. kerajinan batu alam motif ukiran ditengah ada sebuah logo/lambang keraton Jogja,  ukuran asli  gambar diatas 258cm x 60cm dengan ketebalan batu 8cm. atas pesanan dari Bogor, jawa barat.


Lihat juga motif ukiran yang lainya yang tak kalah indahnya:
Untuk pemesanan ukiran dari batu alam Silahkan hubungi kontak di Samping.


Relief kayon batu putih

Relief kayon atau gunungan dalam bahasa jawanya, relief kayon untuk hiasan tempelan dinding.

Relief kayon dibuat dari batu paras jogja / batu alam paras putih

Gambar ukiran kayon / gunungan dari batu alam paras jogja atau juga biasa disebut ukiran batu putih yang telah banyak dibuat dan berbagai fariasi (model).

lihat Relief kayon batu putih yang lainya gambar berbeda-beda:


Untuk pemesanan relief kayon dan kerajinan ukir batu alam paras jogja / batu paras putih silahkan hubungi Kontak disamping.


Ukiran apstrak

Ukiran batu putih model aptrak untuk penghias tempelan dinding rumah.

ukiran apstrak, ukiran jawa, ukiran jepara,ukiran bali yang dibuat dari batu alam paras jogja / batu paras putih.

Ukiran dari batu alam paras jogja / batu putih

Ukiran dari batu alam paras jogja / batu putih

pemasangan ukiran batu putih dapat disesuaikan menurut desain rumah, dapat dipasang pagar rumah, dinding teras, dalam ruangan depan maupun di taman. ukiran motif aptrak, ukiran jawa, ukiran jepara maupun ukiran bali dimanapun tempat pemasanganya tetap tapak serasi dan indah.
berbeda dengan motif-motif lain yang pemasanganyapun harus sesuai dengan desain/kondisi sekeliling.
ukiran diatas dibuat dengan ukuran 244cm x 300cm.

Lihat juga motif ukiran batu alam paras jogja / batu alam paras putih yang lainya :


Untuk pemesanan ukiran seperti diatas ataupun motif ukiran yang lainya silahkan menghubungi kontak disamping.

Ukiran batu putih

Ukiran dari batu alam paras putih, batu asal yogyakarta.
Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih.


 Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih. Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih.

Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih. Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih.

Gambar ukiran batu alam paras jogja / batu paras putih di atas potong-potongan ukiran yang belum rangkai. ukiran tersebut menggunakan beberapa potongan batu dengan kelebaran 37cm untuk tinggi berbeda-beda, disambung hingga menjadi ukuran yang sesuai.

Gambar ukiran dibawah yang telah dirangkai menjadi satu.
Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih.

Ukiran dibuat lobang-lobang karawang ukuran tinggi 530cm lebar 324cm dengan menggunakan beberapa sambungan batu yang di tumpuk-tumpuk hingga menyerupai sebuah gapura, ukiran berbentuk seperti gapura pintu masuk untuk tempelan dinding, tapi yang satu ini fungsi bukan untuk gapura pinggir pintu melainkan pemasangan didinding taman, ditengah-tengah persis ukiran berbentuk gapura akan ditaruh sebuah air terjun berupa setengah mangkuk besar juga menempel pada dinding taman.

Lihat juga motif ukiran yang lainya:

Untuk pemesanan Ukiran batu putih dan segala kerajinan dari batu alam paras jogja/batu putih yang lainya, Silahkan hubungi kontak disamping.


Relief bunga tulip

Relief bunga tulip dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putihRelief bunga tulip dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih

Gambar Relief bunga tulip dari batu alam paras jogja atau batu paras putih (batu jogja) tepatnya batu asal wonosari, gunungkidul.
Relief bunga tulip diatas dibuat 6 buah, bolak-balik kiri dan kanan, pemasanganya 3 sebelah kiri dan yang tiga lagi sebelah kanan.
Rencana relief bunga tulip akan ditempatkan dalam dinding pagar berikut.

Dinding pagar untuk relief bunga tulip batu paras jogja atau batu paras putih

Relief bunga tulip Ukuran 100cm x 110cm, ketebalan batu 8cm, menggunakan batu utuh tanpa sambungan.
Semakain besar bahan batu yang digunakan harganya sedikit lebih mahal.

Relief batu alam paras jogja / batu putih motif bunga tulip
Gambar relief bunga tulip yang baru dengan ukuran meninggi, ukuran asli pada gambar 70cm×140cm ketebalan batu 8cm.


Lihat juga Gambar Relief lainya dan bunga tulip:


Untuk pemesanan Relief bunga tulip atau kerajinan batu alam paras putih yang lainya, silahkan hubungi kontak disamping.


Relief wayang duryudana

Relief tokoh pewayangan Duryudana

relief  batu paras jogja / batu paras putih motif wayang duryudana

Relief wayang duryudana yang dibuat dari batu alam asal Gunungkidul, Yogyakarta, Yang disebut batu paras jogja atau batu paras putih.
Batu yang asli dari alam bukan sebuah batu cetakan. Corak warnanyapun kadang berbeda-beda, seperti ada semburat warna coklat, krem dan keabu-abuan jika batu dalam kondisi basah akan nampak jelas. Ketika batu sudah kering warna semburat akan tampak samar keputih rata.
Ada juga yang batu memang warna krem, dalam kondisi batu basah maupun kering batu tetap berwarna krem.
Jogja stone sendiri hanya menggunakan batu yang berkuwalitas dengan warna batu putih.
Batu yang bagus juga akan mempengaruhi hasil karya seni.
Relief duryudana tersebut dibuat dari batu putih dengan ukuran 80cm x 120cm ketebalan batu 8cm hingga bisa menghasilkan ukiran yang tampak jelas dan timbul.

Untuk pemesanan dan konsultasi produk-produk dari batu alam paras jogja silahkan hubungi kontak disamping.

Lihat juga Relief motif wayang yang lainya


Sekilas kisah cerita tokoh pewayangan Duryudana yang diambil dari beberapa sumber.

Duryudana adalah putra sulung Prabu Drestarastra, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari, putri Prabu Gandara dari negara Gandaradesa (Plasajenar/Pedalangan Jawa).
Duryudana bersaudara 100 orang, 99 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, yang disebut dengan Sata Kurawa.
Diantaranya yang terkenal adalah ; Bogadatta, Bomawikata, Citraksa, Citraksi, Durmagati, Dursasana, Gardapati, Gardapura, Kartamarma dan Patiweya.
Duryudana berwatak jujur, mudah terpengaruh karena dungunya dan menyenangi sesuatu yang serba enak dan bergelimang dengan kemewahan.
Sebagai pimpinan/orang yang tertua dari keluarga Kurawa yang berdarah Kuru, Duryudana pun disebut dengan nama Kurupati.
Duryudana juga dikenal dengan nama Detaputra, Gendarisuta, Jakawitana dan Suyudana.
Duryudana menikah dengan Dewi Banowati, putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka.
Dari perkawinan tersebut, ia memperoleh dua orang putra bernama ; Leksmanamandrakumara dan Dewi Leksmanawati.
Duryudana sangat lihai bermain gada, dan memiliki kesaktian kebal dari segala macam senjata berkat daya kesaktian Minyak Tala yang membaluri seluruh tubuhnya.
Duryudana gugur dalam perang Bhatarayuda melawan Bima.
Tubuhnya hancur terkena hantaman Gada Rujakpala.



Relief wayang werkudara

Relief tokoh pewayangan Werkudara.

relief batu paras jogja / batu putih motif wayang werkudara

Relief wayang werkudara dibuat dari batu alam gunungkidul, yogyakarta.
Gambar wayang werkudara yang dibuat timbul dinamakan relief atau lukisan timbul karena gambar lebih tampak timbul dari permukaan dasar.
Ukuran asli yang pernah dibuat 80cm x 120cm x 8cm. Gambar ornamen relief werkudara juga dapat dibuat ukuran lebih kecil maupun lebih besar, karena pembuatanya di pahat secara manual. Bukan seperti cetakan yang ukuranya selalu sama. Jadi ukuran relief werkudara dapat mengikuti bidang dinding rumah anda hanya saja jika dibuat lebih kecil detail-detailnya kurang nampak jelas.

Jika anda berniat memesan relief werkudara maupun kerajinan batu motif yang lainya, silahkan hubungi kontak disamping.
Jogja stone Menerima juga gambar desain dari anda sendiri.

Lihat juga Relief motif wayang yang lainya




Sekilas cerita kisah tokoh pewayangan Werkudara diambil dari beberapa sumber.

Werkudara adalah salah satu Pandawa yang sangat populer dalam Mahabarata.
Werkudara adalah putra Prabu Pandudewanata dengan Dewi Kuntinalibranta.
Werkudara memiliki istri beberapa orang, antara lain Dewi Nagagini Putri Hyang Anantaboga, di Saptapertala memiliki putra bernama Antareja.
Dewi Arimbi putri Prabu Arimbaka di Pringgadani memiliki putra Gatutkaca dan Dewi Urangayu putri Barata Mintuna di Narpada memiliki putra Antasena.
Werkudara bertempat tinggal di Jodipati atau Tunggalpawenang.
Werkudara dikenal pula dengan nama-nama lainnya: Bima, Bratasetana, Dandunwacana, Pandusiwi, Kusumayuda, Kusumadilaga, Arya Sena.
Werkudara ditampilkan dengan muka hitam badan gembleng.
Ketika lahir Werkudara berwujud bungkus yang hanya dapat dipecahkan oleh gajah pusaka astina yang bernama gajah sena, kemudian menyatu dan sejiwa dengannya oleh karena itu disebut juga Arya Sena.
Tokoh Werkudara ini sangat populer di tanah Jawa, oleh karena itu sering dijadikan simbol-simbol dalam kehidupan masyarakat.
Di samping memiliki saudara Pandawa, Werkudara memiliki saudara tunggal bayu, yaitu Anoman (kera), Situbanda (gajah), Jayawreksa (raksasa), dan Maenaka (bukit).  Werkudara adalah sosok yang memiliki tingkat kejujuran tinggi, dia mempunyai sifat atau watak akan membalas kebaikan yang telah diperolehnya dari siapa saja, tetapi dia akan berbuat jahat kepada siapa saja yang melakukan kejahatan atau perbuatan yang buruk kepadanya.
Dalam usaha menemukan air parwita sari, Werkudara rela meninggalkan anak saudara dan berkali-kali dibohongi oleh Pandita Druna, hingga akan membawa maut.
Namun atas keteguhan hatinya Werkudara mampu mengatasi rintangan-rintangan dan menyeburkan diri di tengan samudra, sehingga dapat menemukan jati dirinya melalui Dewa Ruci yang mengajarkan ilmu kesempurnaan. Seperti yang diceritakan dalam lakon Dewa Ruci.
Ketika Pandawa dalam bahaya api yang membakar tempat tinggalnya, Werkudara mampu membawa saudara-saudara dan ibunya untuk menyelamatkan diri, atas bantuan garangan putih yang merupakan perwujudan dari Anantaboga, melalui bawah tanah sampai di Kahyangan Saptapretala, ketika itu Werkudara dikawinkan dengan Dewi Nagagini. Dalam lakon Babat Alas Mrentani, saat para Pandawa babat alas untuk membuat kraton, ia berperang melawan raja jin yang bernama Dandun Wacana yang kemudian sejiwa dengannya dan memberinya kerajaan Jodipati. Dalam lakon Partakrama Werkudara mampu memenuhi persyaratan untuk perkawinan Arjuna yang berbentuk banteng pancal panggung yang berjumlah 40 ekor yang harus mengalahkan raksasa penjaganya dan mencarikan kera putih mulus yang disebut dengan Mayangseta dari Pandansurat.
Dalam lakon Dewamambang, Werkudara dapat mempertahankan kehormatan Puntadewa kakaknya dan Amarta.
Werkudara selalu berkata ngoko atau nungkak krama dan tidak pernah menyembah kepada siapa pun, merupakan lambang kejujuran dan kesederhanaan, sehingga apa yang dilakukan adalah sesuai dengan kondisinya, jadi tidak direkayasa, termasuk kepada para Dewa.


Relief naga batu putih

Relief Naga atau lukisan timbul yang dibuat dari batu alam paras jogja atau juga bisa disebut batu paras putih, relief sebagai tempelan dinding penghias ruangan maupun luar ruangan, dimana penempatanya menurut selera anda.

Relief naga dibuat dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih

Relief naga dibuat dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih Relief gambar naga dibuat dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih
Relief naga dibuat dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih Relief gambar naga dibuat dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih

Gambar relief naga dibawah ini sebelum dilakukan pengecatan.

Relief atau lukisan timbul dibuat dari batu alam paras jogja atau batu paras putih gambar naga

Relief batu alam paras jogja atau batu paras putih gambar naga Relief batu alam paras jogja atau batu paras putih gambar naga


Relief Naga dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih.
Dibuat diatas lempengan batu dengan ketebalan 8cm, diukir hingga menjadi gambar naga berbentuk lukisan timbul yang disebut Relief.
Relief batu alam sejak zaman dulu sudah ada, biasanya relief bermotif gambar orang, seperti dibangunan candi-candi peninggalan nenek moyang berabad-abat tahun yang lalu.
kini telah dikembangkan lebih moderen dengan banyak motif dan fariasi hingga menghasilkan karya seni relief 3D yang lebih bagus dan hidup.
Salah satu contoh Relief naga dibuat lebih halus rapi dan ada corak-corak warna untuk menimbulkan gambar yang lebih jelas.
Relief naga dengan beberapa fariasi cat hitam, emas dan merah, membuat relief naga tampak hidup dan kekar.

Lihat juga Relief naga dan Roster Naga yang lainya:



Untuk informasi pemesanan relief Naga ataupun kerajinan batu alam paras putih yang lainya, Silahkan hubungi kontak Disamping.



Naga adalah sebutan umum untuk makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran raksasa.
Makhluk ini sudah dikenal sejak zaman dulu dan muncul dalam berbagai kebudayaan.
Pada umumnya berwujud seekor ular besar, namun ada pula yang menggambarkannya sebagai kadal bersayap yang memilik beberapa kepala dan dapat menghembuskan nafas api. Naga dipercaya dapat ditaklukan lewat musik.
Naga, dalam berbagai peradaban dikenal dengan nama dragon (Inggris), draken (Skandinavia), Liong (Tiongkok), dikenal sebagai makhluk superior yang berwujud menyerupai ular, kadang bisa menyemburkan api, habitatnya di seluruh ruang (air, darat, udara). Meskipun penggambaran wujudnya berbeda-beda, namun secara umum spesifikasi makhluk tersebut digambarkan sebagai makhluk sakti.
Sosok naga di dunia barat digambarkan sebagai monster, cenderung merusak dan bersekutu dengan kekuatan gelap.
Dicitrakan sebagai tokoh antagonis yang seharusnya dihancurkan.
Seseorang bisa mendapat gelar pahlawan atau ksatria dengan membunuh naga.
Tidak demikian halnya dengan citra naga di peradaban timur.
Di Tiongkok, naga dianggap sebagai sosok yang bijaksana dan agung layaknya dewa.
Naga adalah satu-satunya hewan mitos yang menjadi simbol Shio.
Budaya Minangkabau mengenal dongeng Ngarai Sianok yang diciptakan oleh Sang Naga.
Hiasan Relief atau lukisan timbul berbentuk naga untuk tempelan dinding.
Masyarakat Dayak juga menggambarkan Naga sebagai penguasa dunia bawah, dan Burung Enggang sebagai penguasa dunia atas.
Naga di peradaban timur mendapat tempat terhormat, karena meskipun mempunyai kekuatan dahsyat yang bisa menghancurkan, namun tidak semena-mena dan bahkan bisa mengayomi.
Dalam tradisi Tionghoa juga terdapat makhluk bernama Liong atau Lung yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah naga.
Makhluk ini digambarkan sebagai ular berukuran raksasa, lengkap dengan tanduk, sungut, dan cakar, sehingga berbeda dengan gambaran naga versi India.
Naga versi Tionghoa dianggap sebagai simbol kekuatan alam, khususnya angin topan.
Pada umumnya makhluk ini dianggap memiliki sifat yang baik selama ia selalu dihormati.
Naga dianggap sebagai penjelmaan roh orang suci yang belum bisa masuk surga.
Biasanya roh orang suci menjelma dalam bentuk naga kecil dan menyusup ke dalam bumi untuk menjalani tidur dalam waktu lama. Setelah tubuhnya membesar, ia bangun dan terbang menuju surga.
Sebagian ilmuwan berpendapat, naga dalam kebudayaan Tionghoa merupakan makhluk khayal yang diciptakan oleh masyarakat zaman dahulu akibat penemuan fosil dinosaurus. Makhluk ini juga dikenal dalam kebudayaan Jepang dengan istilah Ryu.
Naga dalam shio memiliki arti kebenaran. Arti lain adalah perlindungan dan keperkasaan.


Relief gunungan batu putih


relief batu jogja atau batu putih gambar gunungan atau kayon

Relief / Ornamen gunungan yang dibuat dari batu paras jogja/paras putih, digambar diatas lempengan batu, pembuatanya dengan cara dipahat secara manual hingga menghasilkan gambar 3D yang timbul.
Relief kayon atau dalam bahasa jawanya disebut Gunungan.

Lihat juga Relief / Ornamen motif gunungan yang lainya.


Untuk pemesanan Relief Kayon atau motif yang lainya silahkan hubungi kontak disamping.



Sedikit cerita tentang Kayon / Gunungan yang diambil dari beberapa sumber.

Kayon/Gunungan adalah wayang berbentuk gambar gunung beserta pohon besar, binatang dan rumah joglo.
Gambar kayon/gunungan dibagian bawah terdapat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa/buto yang memegang pedang dan perisai.
Ditengah terdapat satu pohon yang besar.
Dalam gunungan tersebut terdapat juga gambar berbagai binatang hutan.
Gambar secara keseluruhan menggambarkan keadaan di dalam hutan belantara.
Gunungan melambangkan keadaan dunia beserta isinya.
Sebelum wayang dimainkan, Gunungan ditancapkan di tengah-tengah layar, condong sedikit ke kanan yang berarti bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat.
Setelah dimainkan, Gunungan dicabut, dijajarkan di sebelah kanan.
Gunungan dipakai juga sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita.
Untuk itu gunungan ditancapkan di tengah-tengah condong ke kiri.
Selain itu Gunungan digunakan juga untuk melambangkan api atau angin dalam cerita peeayangan.
Dalam hal ini Gunungan dibalik, di sebaliknya hanya terdapat cat merah-merah, dan warna inilah yang melambangkan api.
Gunungan juga dipergunakan untuk melambangkan hutan rimba, dan dimainkan pada waktu adegan rampogan, tentara yang siap siaga dengan bermacam senjata.
Dalam hal ini Gunungan bisa berperan sebagai tanah, hutan rimba, jalanan dan sebagainya, yakni mengikuti dialog dari dalang.
Setelah lakon selesai, Gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah layar, melambangkan bahwa cerita sudah selesai.
Gunungan ada dua macam, yaitu Gunungan Gapuran dan Gunungan Blumbangan. Gunungan Blumbangan digubah oleh Sunan Kalijaga dalam zaman Kerajaan Demak. Kemudian pada zaman Kartasura digubah lagi dengan adanya Gunungan Gapuran.
Gunungan dalam istilah pewayangan disebut Kayon.
Kayon berasal dari kata Kayun.
Gunungan mengandung ajaran filsafat yang tinggi, yaitu ajaran mengenai kebijaksanaan. Semua itu mengandung makna bahwa lakon dalam wayang berisikan pelajaran yang tinggi nilainya.
Hal ini berarti bahwa pertunjukan wayang juga berisi pertunjukan wayang juga berisi ajaran filsafat yang tinggi.


Relief wayang gatotkaca


relief ornamen batu paras jogja / batu paras putih gambar wayang gatotkaca

Relief wayang batu alam paras jogja / batu alam paras putih.
Gambar yang tampak timbul diatas lempengan batu putih, pembuatanya dengan cara ditatah secara manual hingga menghasilkan karya seni lukisan timbul yang indah.
Gambar Relief wayang untuk hiasan tempelan dinding rumah, penempatanya dapat dipasang didinding teras rumah maupun dalam ruangan atau menurut situasi bentuk rumah.

Lihat juga motif ornamen relief wayang yang lainya:
Untuk pemesanan relief wayang maupun kerajinan batu putih yang lainya silahkan hubungi kontak disamping.


Sedikit cerita kisah tokoh pewayangan Raden Gatotkaca yang diambil dari beberapa sumber.

Raden Gatotkaca adalah putera Raden Wrekudara yang kedua.
Ibunya seorang putri raksasa bernama Dewi Arimbi di Pringgandani.
Waktu dilahirkan Gatotkaca berupa raksasa, karena sangat saktinya tidak ada senjata yang dapat memotong tali pusatnya.
Kemudian tali pusat itu dapat juga dipotong dengan senjata Karna yang bernama Kunta, tetapi sarung senjata itu masuk ke dalam perut Gatotkaca, dan menambah lagi kesaktiannya.
Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian, karena itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah gala-gala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang.
Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar.
Gatotkaca diangkat jadi raja di Pringgadani dan ia disebut kesatria di Pringgadani, karena pemerintahan negara dikuasai oleh keturunan dari pihak perempuan.
Dalam perang Baratayudha Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang ditujukan kepada Gatotkaca.
Ketika Gatotkaca bersembunyi dalam awan. Gatotkaca jatuh dari angkasa dan mengenai kereta kendaraan Karna hingga hancur lebur. Gatotkaca beristerikan saudara misan, bernama Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna.
Dalam riwayat, Gatotkaca mati masih sangat muda.

Gambar relief wayang sengkuni

Relief wayang sengkuni

relief ornamen batu alam paras jogja / batu paras putih gambar wayang sengkuni

Relief tokoh pewayangan Sengkuni yang dibuat dari batu alam paras jogja atau juga bisa disebut batu putih.
Relief atau dapat juga disebut lukisan timbul 3D untuk penghias tempelan dinding.
Ukuran yang pernah dibuat 80cm x 120cm dengan ketebalan batu 8cm.
Ukuran dapat menyesuaikan lokasi anda, bisa dibuat ukuran lebih kecil maupun lebih besar.

Lihat juga Relief wayang motif yang lainya:



Sedikit cerita kisah tokoh pewayangan Sengkuni.

Sangkuni adalah seorang tokoh antagonis dalam wiracarita Mahabarata.
sengkuni merupakan paman para Korawa dari pihak ibu.
Sengkuni terkenal sebagai tokoh licik yang selalu menghasut para Korawa agar memusuhi Pandawa.
sengkuni berhasil merebut Kerajaan Indraprastha dari tangan para Pandawa melalui sebuah permainan dadu.
Sangkuni merupakan personifikasi dari Dwaparayuga, yaitu masa kekacauan di muka Bumi, pendahulu zaman kegelapan atau Kaliyuga.
Dalam pewayangan mahabarata disebutkan nama sangkuni dan pewayangan Jawa dengan nama Sengkuni.
Ketika para Korawa berkuasa di Kerajaan Hastina, sengkuni diangkat sebagai patih.
Dalam pewayangan Sunda, ia juga dikenal dengan nama Sangkuning.
Dalam cerita Wayang Mahabarata Sangkuni adalah Mahapatih sekaligus merangkap penasehat raja di Kerajaan Astina yang dikuasai keluarga Kurawa.
Patih Sengkuni terkenal dengan prinsip hidupnya yang ekstrem: biarlah orang lain menderita yang penting hidupnya bahagia.
Dengan prinsip hidup seperti itulah Sengkuni menjalani karirnya: munafik, licik, hasut dan penuh tipu muslihat.
Baik dalam versi Mahabharata maupun versi pewayanagan jawa, Sangkuni merupakan penasihat utama Duryodana, pemimpin para Korawa.
Berbagai jenis tipu muslihat dan kelicikan ia jalankan demi menyingkirkan para Pandawa.
Usaha Sengkuni yang paling sukses adalah merebut Indraprastha dari tangan para Pandawa melalui permainan dadu melawan pihak Korawa.
Kisah ini terdapat dalam Mahabharata bagian kedua, atau Sabhaparwa.
Peristiwa tersebut disebabkan oleh rasa iri hati Duryodana atas keberhasilan para Pandawa membangun Indraprastha yang jauh lebih indah daripada Hastinapura.
Atas saran Sengkuni, ia mengundang para Pandawa untuk bermain dadu di Hastinapura.
Dalam permainan itu Sangkuni bertindak sebagai pelempar dadu Korawa.
Dengan menggunakan ilmu sihirnya, ia berhasil mengalahkan para Pandawa.
Sedikit demi sedikit, harta benda para Pandawa jatuh ke tangan Duryodana, termasuk istana Indraprastha dan istri mereka, Dropadi.
Hebatnya pula, Sengkuni adalah pemilik ajian Pancasona, sebuah ilmu kedigdayaan yang membuatnya sakti madraguna: punya daya tarik, kebal terhadap segala jenis senjata, bahkan bila tubuhnya terputuspun tubuhnya bisa tersambung kembali.
Maka jadilah Sengkuni sebagai sosok manusia jahat yang sulit ditaklukkan.
Mengingat cerita wayang adalah filsafat yang dikemas dalam kesenian, maka sosok Sengkuni dengan Ajian Pancasonanya hanyalah potret (gambaran) karakter manusia sepanjang masa.
Dia adalah symbol kemunafikan, keserakahan, arogansi, dan keangkaramurkaan.
Kapan pun dan dimana pun di dunia ini, manusia-manusia berkarakter Sengkuni akan selalu ada, bahkan di sekitar kita.

Di akhir kisah Perang Baratayudha, ketika sebagaian besar keluarga Kurawa dan Pandawa sudah gugur di medan Kurusetra, giliran Sengkuni menemui ajalnya di tangan Bima dengan senjata Kuku Pancanaka.
Dengan Kuku Pancanaka yang terbuat dari gading gajah kayangan itulah Bima ditakdirkan berhasil membunuh Sengkuni, patih licik yang telah membuat Bima bersaudara, Pandawa, menderita lahir bathin: kehilangan tahta dan terusir dari istana.

Namun cerita versi lainnya mengatakan bahwa:
Kisah versi India sedikit berbeda dengan Kakawin Bharatayuddha yang ditulis pada zaman Kerajaan Kadiri tahun 1157. Menurut naskah berbahasa Jawa Kuna ini, Sangkuni bukan mati di tangan Sadewa, melainkan di tangan Bima, Pandawa yang kedua.
Sangkuni dikisahkan mati remuk oleh pukulan gada Bima.
Bima kemudian memotong-motong tubuh Sengkuni menjadi beberapa bagian.
(Kisah diambil dari beberapa sumber)

Untuk pemesanan Relief wayang sengkuni dan kerajinan batu ukir motif yang lainya, silahkan hubungi kontak disamping.