Produk Terbaru
Tampilkan postingan dengan label wayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wayang. Tampilkan semua postingan

Relief dewi sinta dan hanoman

Gambar Relief dewi sinta dan hanoman diambil dari cerita kisah pewayangan.

Relief batu alam paras jogja/batu putih gambar dewi sinta dan hanoman
Relief batu alam gambar motif dewi sinta dan hanoman

Relief dewi sintha dan hanoman dibuat menggunakan batu alam paras jogja atau batu alam paras putih. Gambar di atas warna tampak krem karena masih dalam keadaan basah sehabis dicuci dalam proses finishing.
Setelah kering warna akan kembali kesemula yaitu warna putih dan sedikit krem tetapi warna krem tidak begitu tampak jelas.
Jika anda sedang mencari ukiran dari batu alam yang mempunyai kuwalitas bagus dari segi bahan batunya, hasil ukiranya yang tampak jelas dan detail, jogjastone.com akan mewujudkan keinginan anda mempunyai ukiran batu alam paras putih yang indah sesuai keinginan.
Untuk desain gambar bisa ambil dari blog jogjastone.com disini maupun menyodorkan gambar milik sendiri atau jika di blog ini tidak menemukan gambar motif yang disukai dapat browsing di Internet, gambar dapat dikirim kesalah satu  kontak yang sudah saya sediakan whatsaap atau email.

Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi kontak Jogja Stone.


Relief kayon batu putih

Relief kayon atau gunungan dalam bahasa jawanya, relief kayon untuk hiasan tempelan dinding.

Relief kayon dibuat dari batu paras jogja / batu alam paras putih

Gambar ukiran kayon / gunungan dari batu alam paras jogja atau juga biasa disebut ukiran batu putih yang telah banyak dibuat dan berbagai fariasi (model).

lihat Relief kayon batu putih yang lainya gambar berbeda-beda:


Untuk pemesanan relief kayon dan kerajinan ukir batu alam paras jogja / batu paras putih silahkan hubungi Kontak disamping.


Relief wayang duryudana

Relief tokoh pewayangan Duryudana

relief  batu paras jogja / batu paras putih motif wayang duryudana

Relief wayang duryudana yang dibuat dari batu alam asal Gunungkidul, Yogyakarta, Yang disebut batu paras jogja atau batu paras putih.
Batu yang asli dari alam bukan sebuah batu cetakan. Corak warnanyapun kadang berbeda-beda, seperti ada semburat warna coklat, krem dan keabu-abuan jika batu dalam kondisi basah akan nampak jelas. Ketika batu sudah kering warna semburat akan tampak samar keputih rata.
Ada juga yang batu memang warna krem, dalam kondisi batu basah maupun kering batu tetap berwarna krem.
Jogja stone sendiri hanya menggunakan batu yang berkuwalitas dengan warna batu putih.
Batu yang bagus juga akan mempengaruhi hasil karya seni.
Relief duryudana tersebut dibuat dari batu putih dengan ukuran 80cm x 120cm ketebalan batu 8cm hingga bisa menghasilkan ukiran yang tampak jelas dan timbul.

Untuk pemesanan dan konsultasi produk-produk dari batu alam paras jogja silahkan hubungi kontak disamping.

Lihat juga Relief motif wayang yang lainya


Sekilas kisah cerita tokoh pewayangan Duryudana yang diambil dari beberapa sumber.

Duryudana adalah putra sulung Prabu Drestarastra, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari, putri Prabu Gandara dari negara Gandaradesa (Plasajenar/Pedalangan Jawa).
Duryudana bersaudara 100 orang, 99 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, yang disebut dengan Sata Kurawa.
Diantaranya yang terkenal adalah ; Bogadatta, Bomawikata, Citraksa, Citraksi, Durmagati, Dursasana, Gardapati, Gardapura, Kartamarma dan Patiweya.
Duryudana berwatak jujur, mudah terpengaruh karena dungunya dan menyenangi sesuatu yang serba enak dan bergelimang dengan kemewahan.
Sebagai pimpinan/orang yang tertua dari keluarga Kurawa yang berdarah Kuru, Duryudana pun disebut dengan nama Kurupati.
Duryudana juga dikenal dengan nama Detaputra, Gendarisuta, Jakawitana dan Suyudana.
Duryudana menikah dengan Dewi Banowati, putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka.
Dari perkawinan tersebut, ia memperoleh dua orang putra bernama ; Leksmanamandrakumara dan Dewi Leksmanawati.
Duryudana sangat lihai bermain gada, dan memiliki kesaktian kebal dari segala macam senjata berkat daya kesaktian Minyak Tala yang membaluri seluruh tubuhnya.
Duryudana gugur dalam perang Bhatarayuda melawan Bima.
Tubuhnya hancur terkena hantaman Gada Rujakpala.



Relief wayang werkudara

Relief tokoh pewayangan Werkudara.

relief batu paras jogja / batu putih motif wayang werkudara

Relief wayang werkudara dibuat dari batu alam gunungkidul, yogyakarta.
Gambar wayang werkudara yang dibuat timbul dinamakan relief atau lukisan timbul karena gambar lebih tampak timbul dari permukaan dasar.
Ukuran asli yang pernah dibuat 80cm x 120cm x 8cm. Gambar ornamen relief werkudara juga dapat dibuat ukuran lebih kecil maupun lebih besar, karena pembuatanya di pahat secara manual. Bukan seperti cetakan yang ukuranya selalu sama. Jadi ukuran relief werkudara dapat mengikuti bidang dinding rumah anda hanya saja jika dibuat lebih kecil detail-detailnya kurang nampak jelas.

Jika anda berniat memesan relief werkudara maupun kerajinan batu motif yang lainya, silahkan hubungi kontak disamping.
Jogja stone Menerima juga gambar desain dari anda sendiri.

Lihat juga Relief motif wayang yang lainya




Sekilas cerita kisah tokoh pewayangan Werkudara diambil dari beberapa sumber.

Werkudara adalah salah satu Pandawa yang sangat populer dalam Mahabarata.
Werkudara adalah putra Prabu Pandudewanata dengan Dewi Kuntinalibranta.
Werkudara memiliki istri beberapa orang, antara lain Dewi Nagagini Putri Hyang Anantaboga, di Saptapertala memiliki putra bernama Antareja.
Dewi Arimbi putri Prabu Arimbaka di Pringgadani memiliki putra Gatutkaca dan Dewi Urangayu putri Barata Mintuna di Narpada memiliki putra Antasena.
Werkudara bertempat tinggal di Jodipati atau Tunggalpawenang.
Werkudara dikenal pula dengan nama-nama lainnya: Bima, Bratasetana, Dandunwacana, Pandusiwi, Kusumayuda, Kusumadilaga, Arya Sena.
Werkudara ditampilkan dengan muka hitam badan gembleng.
Ketika lahir Werkudara berwujud bungkus yang hanya dapat dipecahkan oleh gajah pusaka astina yang bernama gajah sena, kemudian menyatu dan sejiwa dengannya oleh karena itu disebut juga Arya Sena.
Tokoh Werkudara ini sangat populer di tanah Jawa, oleh karena itu sering dijadikan simbol-simbol dalam kehidupan masyarakat.
Di samping memiliki saudara Pandawa, Werkudara memiliki saudara tunggal bayu, yaitu Anoman (kera), Situbanda (gajah), Jayawreksa (raksasa), dan Maenaka (bukit).  Werkudara adalah sosok yang memiliki tingkat kejujuran tinggi, dia mempunyai sifat atau watak akan membalas kebaikan yang telah diperolehnya dari siapa saja, tetapi dia akan berbuat jahat kepada siapa saja yang melakukan kejahatan atau perbuatan yang buruk kepadanya.
Dalam usaha menemukan air parwita sari, Werkudara rela meninggalkan anak saudara dan berkali-kali dibohongi oleh Pandita Druna, hingga akan membawa maut.
Namun atas keteguhan hatinya Werkudara mampu mengatasi rintangan-rintangan dan menyeburkan diri di tengan samudra, sehingga dapat menemukan jati dirinya melalui Dewa Ruci yang mengajarkan ilmu kesempurnaan. Seperti yang diceritakan dalam lakon Dewa Ruci.
Ketika Pandawa dalam bahaya api yang membakar tempat tinggalnya, Werkudara mampu membawa saudara-saudara dan ibunya untuk menyelamatkan diri, atas bantuan garangan putih yang merupakan perwujudan dari Anantaboga, melalui bawah tanah sampai di Kahyangan Saptapretala, ketika itu Werkudara dikawinkan dengan Dewi Nagagini. Dalam lakon Babat Alas Mrentani, saat para Pandawa babat alas untuk membuat kraton, ia berperang melawan raja jin yang bernama Dandun Wacana yang kemudian sejiwa dengannya dan memberinya kerajaan Jodipati. Dalam lakon Partakrama Werkudara mampu memenuhi persyaratan untuk perkawinan Arjuna yang berbentuk banteng pancal panggung yang berjumlah 40 ekor yang harus mengalahkan raksasa penjaganya dan mencarikan kera putih mulus yang disebut dengan Mayangseta dari Pandansurat.
Dalam lakon Dewamambang, Werkudara dapat mempertahankan kehormatan Puntadewa kakaknya dan Amarta.
Werkudara selalu berkata ngoko atau nungkak krama dan tidak pernah menyembah kepada siapa pun, merupakan lambang kejujuran dan kesederhanaan, sehingga apa yang dilakukan adalah sesuai dengan kondisinya, jadi tidak direkayasa, termasuk kepada para Dewa.


Relief wayang gatotkaca


relief ornamen batu paras jogja / batu paras putih gambar wayang gatotkaca

Relief wayang batu alam paras jogja / batu alam paras putih.
Gambar yang tampak timbul diatas lempengan batu putih, pembuatanya dengan cara ditatah secara manual hingga menghasilkan karya seni lukisan timbul yang indah.
Gambar Relief wayang untuk hiasan tempelan dinding rumah, penempatanya dapat dipasang didinding teras rumah maupun dalam ruangan atau menurut situasi bentuk rumah.

Lihat juga motif ornamen relief wayang yang lainya:
Untuk pemesanan relief wayang maupun kerajinan batu putih yang lainya silahkan hubungi kontak disamping.


Sedikit cerita kisah tokoh pewayangan Raden Gatotkaca yang diambil dari beberapa sumber.

Raden Gatotkaca adalah putera Raden Wrekudara yang kedua.
Ibunya seorang putri raksasa bernama Dewi Arimbi di Pringgandani.
Waktu dilahirkan Gatotkaca berupa raksasa, karena sangat saktinya tidak ada senjata yang dapat memotong tali pusatnya.
Kemudian tali pusat itu dapat juga dipotong dengan senjata Karna yang bernama Kunta, tetapi sarung senjata itu masuk ke dalam perut Gatotkaca, dan menambah lagi kesaktiannya.
Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian, karena itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah gala-gala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang.
Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar.
Gatotkaca diangkat jadi raja di Pringgadani dan ia disebut kesatria di Pringgadani, karena pemerintahan negara dikuasai oleh keturunan dari pihak perempuan.
Dalam perang Baratayudha Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang ditujukan kepada Gatotkaca.
Ketika Gatotkaca bersembunyi dalam awan. Gatotkaca jatuh dari angkasa dan mengenai kereta kendaraan Karna hingga hancur lebur. Gatotkaca beristerikan saudara misan, bernama Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna.
Dalam riwayat, Gatotkaca mati masih sangat muda.

Gambar relief wayang sengkuni

Relief wayang sengkuni

relief ornamen batu alam paras jogja / batu paras putih gambar wayang sengkuni

Relief tokoh pewayangan Sengkuni yang dibuat dari batu alam paras jogja atau juga bisa disebut batu putih.
Relief atau dapat juga disebut lukisan timbul 3D untuk penghias tempelan dinding.
Ukuran yang pernah dibuat 80cm x 120cm dengan ketebalan batu 8cm.
Ukuran dapat menyesuaikan lokasi anda, bisa dibuat ukuran lebih kecil maupun lebih besar.

Lihat juga Relief wayang motif yang lainya:



Sedikit cerita kisah tokoh pewayangan Sengkuni.

Sangkuni adalah seorang tokoh antagonis dalam wiracarita Mahabarata.
sengkuni merupakan paman para Korawa dari pihak ibu.
Sengkuni terkenal sebagai tokoh licik yang selalu menghasut para Korawa agar memusuhi Pandawa.
sengkuni berhasil merebut Kerajaan Indraprastha dari tangan para Pandawa melalui sebuah permainan dadu.
Sangkuni merupakan personifikasi dari Dwaparayuga, yaitu masa kekacauan di muka Bumi, pendahulu zaman kegelapan atau Kaliyuga.
Dalam pewayangan mahabarata disebutkan nama sangkuni dan pewayangan Jawa dengan nama Sengkuni.
Ketika para Korawa berkuasa di Kerajaan Hastina, sengkuni diangkat sebagai patih.
Dalam pewayangan Sunda, ia juga dikenal dengan nama Sangkuning.
Dalam cerita Wayang Mahabarata Sangkuni adalah Mahapatih sekaligus merangkap penasehat raja di Kerajaan Astina yang dikuasai keluarga Kurawa.
Patih Sengkuni terkenal dengan prinsip hidupnya yang ekstrem: biarlah orang lain menderita yang penting hidupnya bahagia.
Dengan prinsip hidup seperti itulah Sengkuni menjalani karirnya: munafik, licik, hasut dan penuh tipu muslihat.
Baik dalam versi Mahabharata maupun versi pewayanagan jawa, Sangkuni merupakan penasihat utama Duryodana, pemimpin para Korawa.
Berbagai jenis tipu muslihat dan kelicikan ia jalankan demi menyingkirkan para Pandawa.
Usaha Sengkuni yang paling sukses adalah merebut Indraprastha dari tangan para Pandawa melalui permainan dadu melawan pihak Korawa.
Kisah ini terdapat dalam Mahabharata bagian kedua, atau Sabhaparwa.
Peristiwa tersebut disebabkan oleh rasa iri hati Duryodana atas keberhasilan para Pandawa membangun Indraprastha yang jauh lebih indah daripada Hastinapura.
Atas saran Sengkuni, ia mengundang para Pandawa untuk bermain dadu di Hastinapura.
Dalam permainan itu Sangkuni bertindak sebagai pelempar dadu Korawa.
Dengan menggunakan ilmu sihirnya, ia berhasil mengalahkan para Pandawa.
Sedikit demi sedikit, harta benda para Pandawa jatuh ke tangan Duryodana, termasuk istana Indraprastha dan istri mereka, Dropadi.
Hebatnya pula, Sengkuni adalah pemilik ajian Pancasona, sebuah ilmu kedigdayaan yang membuatnya sakti madraguna: punya daya tarik, kebal terhadap segala jenis senjata, bahkan bila tubuhnya terputuspun tubuhnya bisa tersambung kembali.
Maka jadilah Sengkuni sebagai sosok manusia jahat yang sulit ditaklukkan.
Mengingat cerita wayang adalah filsafat yang dikemas dalam kesenian, maka sosok Sengkuni dengan Ajian Pancasonanya hanyalah potret (gambaran) karakter manusia sepanjang masa.
Dia adalah symbol kemunafikan, keserakahan, arogansi, dan keangkaramurkaan.
Kapan pun dan dimana pun di dunia ini, manusia-manusia berkarakter Sengkuni akan selalu ada, bahkan di sekitar kita.

Di akhir kisah Perang Baratayudha, ketika sebagaian besar keluarga Kurawa dan Pandawa sudah gugur di medan Kurusetra, giliran Sengkuni menemui ajalnya di tangan Bima dengan senjata Kuku Pancanaka.
Dengan Kuku Pancanaka yang terbuat dari gading gajah kayangan itulah Bima ditakdirkan berhasil membunuh Sengkuni, patih licik yang telah membuat Bima bersaudara, Pandawa, menderita lahir bathin: kehilangan tahta dan terusir dari istana.

Namun cerita versi lainnya mengatakan bahwa:
Kisah versi India sedikit berbeda dengan Kakawin Bharatayuddha yang ditulis pada zaman Kerajaan Kadiri tahun 1157. Menurut naskah berbahasa Jawa Kuna ini, Sangkuni bukan mati di tangan Sadewa, melainkan di tangan Bima, Pandawa yang kedua.
Sangkuni dikisahkan mati remuk oleh pukulan gada Bima.
Bima kemudian memotong-motong tubuh Sengkuni menjadi beberapa bagian.
(Kisah diambil dari beberapa sumber)

Untuk pemesanan Relief wayang sengkuni dan kerajinan batu ukir motif yang lainya, silahkan hubungi kontak disamping.

Roster kayon batu alam

Roster batu alam paras jogja atau batu alam paras putih, batu asal gunungkidul. Roster motif kayon / gunungan dalam bahasa jawanya. roster kayon berikut juga bisa dibuat tidak bolong tembus, yang tidak bolong tembus dinamakan relief tempel dinding.
Roster untuk angin-angin atau ventilasi udara, roster juga bisa untuk penyekat ruangan, pagar, pintu gerbang dll.

Roster kayon / roster gunungan

Roster batu alam paras jogja atau batu paras putih, roster kayon
Untuk pemesanan roster, ornamen atau relief ukiran batu alam paras jogja, ukuran bebas tidak terbatas.

Untuk informasi pemesanan dan lainya bisa hubungi kontak disamping