Produk Terbaru
Tampilkan postingan dengan label relief. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label relief. Tampilkan semua postingan

Ukiran untuk atas pintu

Gambar ukiran  atas pintu dibuat dari batu paras putih (batu jogja) untuk pintu utama, rumah dengan nuansa jawa.


ukiran dari batu alam paras jogja (batu putih)

motif ukiran bukan hanya untuk atas pintu baik juga penempatan di Balkon, pagar rumah, pilar teras, lis kliling rumah, maupun di halaman belakang seputar taman, tergantung anda untuk penempatan ukiran sebagai hiasan dinding, karena motif ukiran sangat indah dimanapun pemasanganya, motif ukiran batu alam sampai sekarang masih tetap exis tidak pernah ketinggalan jaman dan tidak akan bosan memandanginya, seakan motif ukiran selalu menjadi daya tarik sendiri bagi rumah yang tidak ada matinya selalu abadi. kerajinan batu alam motif ukiran ditengah ada sebuah logo/lambang keraton Jogja,  ukuran asli  gambar diatas 258cm x 60cm dengan ketebalan batu 8cm. atas pesanan dari Bogor, jawa barat.


Lihat juga motif ukiran yang lainya yang tak kalah indahnya:
Untuk pemesanan ukiran dari batu alam Silahkan hubungi kontak di Samping.


Relief kayon batu putih

Relief kayon atau gunungan dalam bahasa jawanya, relief kayon untuk hiasan tempelan dinding.

Relief kayon dibuat dari batu paras jogja / batu alam paras putih

Gambar ukiran kayon / gunungan dari batu alam paras jogja atau juga biasa disebut ukiran batu putih yang telah banyak dibuat dan berbagai fariasi (model).

lihat Relief kayon batu putih yang lainya gambar berbeda-beda:


Untuk pemesanan relief kayon dan kerajinan ukir batu alam paras jogja / batu paras putih silahkan hubungi Kontak disamping.


Ukiran apstrak

Ukiran batu putih model aptrak untuk penghias tempelan dinding rumah.

ukiran apstrak, ukiran jawa, ukiran jepara,ukiran bali yang dibuat dari batu alam paras jogja / batu paras putih.

pemasangan ukiran batu putih dapat disesuaikan menurut desain rumah, dapat dipasang pagar rumah, dinding teras, dalam ruangan depan maupun di taman. ukiran motif aptrak, ukiran jawa, ukiran jepara maupun ukiran bali dimanapun tempat pemasanganya tetap tapak serasi dan indah.
berbeda dengan motif-motif lain yang pemasanganyapun harus sesuai dengan desain/kondisi sekeliling.
ukiran diatas dibuat dengan ukuran 244cm x 300cm.

Lihat juga motif ukiran batu alam paras jogja / batu alam paras putih yang lainya :


Untuk pemesanan ukiran seperti diatas ataupun motif ukiran yang lainya silahkan menghubungi kontak disamping.

Ukiran batu putih

Ukiran dari batu alam paras putih, batu asal yogyakarta.
Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih.


 Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih. Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih.

Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih. Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih.

Gambar ukiran batu alam paras jogja / batu paras putih di atas potong-potongan ukiran yang belum rangkai. ukiran tersebut menggunakan beberapa potongan batu dengan kelebaran 37cm untuk tinggi berbeda-beda, disambung hingga menjadi ukuran yang sesuai.

Gambar ukiran dibawah yang telah dirangkai menjadi satu.
Relief ukiran dari batu alam paras  jogja/batu putih.

Ukiran dibuat lobang-lobang karawang ukuran tinggi 530cm lebar 324cm dengan menggunakan beberapa sambungan batu yang di tumpuk-tumpuk hingga menyerupai sebuah gapura, ukiran berbentuk seperti gapura pintu masuk untuk tempelan dinding, tapi yang satu ini fungsi bukan untuk gapura pinggir pintu melainkan pemasangan didinding taman, ditengah-tengah persis ukiran berbentuk gapura akan ditaruh sebuah air terjun berupa setengah mangkuk besar juga menempel pada dinding taman.

Lihat juga motif ukiran yang lainya:

Untuk pemesanan Ukiran batu putih dan segala kerajinan dari batu alam paras jogja/batu putih yang lainya, Silahkan hubungi kontak disamping.


Relief bunga tulip

Relief bunga tulip dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putihRelief bunga tulip dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih

Gambar Relief bunga tulip dari batu alam paras jogja atau batu paras putih (batu jogja) tepatnya batu asal wonosari, gunungkidul.
Relief bunga tulip diatas dibuat 6 buah, bolak-balik kiri dan kanan, pemasanganya 3 sebelah kiri dan yang tiga lagi sebelah kanan.
Rencana relief bunga tulip akan ditempatkan dalam dinding pagar berikut.

Dinding pagar untuk relief bunga tulip batu paras jogja atau batu paras putih

Relief bunga tulip Ukuran 100cm x 110cm, ketebalan batu 8cm, menggunakan batu utuh tanpa sambungan.
Semakain besar bahan batu yang digunakan harganya sedikit lebih mahal.

Lihat juga Gambar Relief lainya dan bunga tulip:


Untuk pemesanan Relief bunga tulip atau kerajinan batu alam paras putih yang lainya, silahkan hubungi kontak disamping.


Relief wayang duryudana

Relief tokoh pewayangan Duryudana

relief  batu paras jogja / batu paras putih motif wayang duryudana

Relief wayang duryudana yang dibuat dari batu alam asal Gunungkidul, Yogyakarta, Yang disebut batu paras jogja atau batu paras putih.
Batu yang asli dari alam bukan sebuah batu cetakan. Corak warnanyapun kadang berbeda-beda, seperti ada semburat warna coklat, krem dan keabu-abuan jika batu dalam kondisi basah akan nampak jelas. Ketika batu sudah kering warna semburat akan tampak samar keputih rata.
Ada juga yang batu memang warna krem, dalam kondisi batu basah maupun kering batu tetap berwarna krem.
Jogja stone sendiri hanya menggunakan batu yang berkuwalitas dengan warna batu putih.
Batu yang bagus juga akan mempengaruhi hasil karya seni.
Relief duryudana tersebut dibuat dari batu putih dengan ukuran 80cm x 120cm ketebalan batu 8cm hingga bisa menghasilkan ukiran yang tampak jelas dan timbul.

Untuk pemesanan dan konsultasi produk-produk dari batu alam paras jogja silahkan hubungi kontak disamping.

Lihat juga Relief motif wayang yang lainya


Sekilas kisah cerita tokoh pewayangan Duryudana yang diambil dari beberapa sumber.

Duryudana adalah putra sulung Prabu Drestarastra, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari, putri Prabu Gandara dari negara Gandaradesa (Plasajenar/Pedalangan Jawa).
Duryudana bersaudara 100 orang, 99 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, yang disebut dengan Sata Kurawa.
Diantaranya yang terkenal adalah ; Bogadatta, Bomawikata, Citraksa, Citraksi, Durmagati, Dursasana, Gardapati, Gardapura, Kartamarma dan Patiweya.
Duryudana berwatak jujur, mudah terpengaruh karena dungunya dan menyenangi sesuatu yang serba enak dan bergelimang dengan kemewahan.
Sebagai pimpinan/orang yang tertua dari keluarga Kurawa yang berdarah Kuru, Duryudana pun disebut dengan nama Kurupati.
Duryudana juga dikenal dengan nama Detaputra, Gendarisuta, Jakawitana dan Suyudana.
Duryudana menikah dengan Dewi Banowati, putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka.
Dari perkawinan tersebut, ia memperoleh dua orang putra bernama ; Leksmanamandrakumara dan Dewi Leksmanawati.
Duryudana sangat lihai bermain gada, dan memiliki kesaktian kebal dari segala macam senjata berkat daya kesaktian Minyak Tala yang membaluri seluruh tubuhnya.
Duryudana gugur dalam perang Bhatarayuda melawan Bima.
Tubuhnya hancur terkena hantaman Gada Rujakpala.



Relief wayang werkudara

Relief tokoh pewayangan Werkudara.

relief batu paras jogja / batu putih motif wayang werkudara

Relief wayang werkudara dibuat dari batu alam gunungkidul, yogyakarta.
Gambar wayang werkudara yang dibuat timbul dinamakan relief atau lukisan timbul karena gambar lebih tampak timbul dari permukaan dasar.
Ukuran asli yang pernah dibuat 80cm x 120cm x 8cm. Gambar ornamen relief werkudara juga dapat dibuat ukuran lebih kecil maupun lebih besar, karena pembuatanya di pahat secara manual. Bukan seperti cetakan yang ukuranya selalu sama. Jadi ukuran relief werkudara dapat mengikuti bidang dinding rumah anda hanya saja jika dibuat lebih kecil detail-detailnya kurang nampak jelas.

Jika anda berniat memesan relief werkudara maupun kerajinan batu motif yang lainya, silahkan hubungi kontak disamping.
Jogja stone Menerima juga gambar desain dari anda sendiri.

Lihat juga Relief motif wayang yang lainya




Sekilas cerita kisah tokoh pewayangan Werkudara diambil dari beberapa sumber.

Werkudara adalah salah satu Pandawa yang sangat populer dalam Mahabarata.
Werkudara adalah putra Prabu Pandudewanata dengan Dewi Kuntinalibranta.
Werkudara memiliki istri beberapa orang, antara lain Dewi Nagagini Putri Hyang Anantaboga, di Saptapertala memiliki putra bernama Antareja.
Dewi Arimbi putri Prabu Arimbaka di Pringgadani memiliki putra Gatutkaca dan Dewi Urangayu putri Barata Mintuna di Narpada memiliki putra Antasena.
Werkudara bertempat tinggal di Jodipati atau Tunggalpawenang.
Werkudara dikenal pula dengan nama-nama lainnya: Bima, Bratasetana, Dandunwacana, Pandusiwi, Kusumayuda, Kusumadilaga, Arya Sena.
Werkudara ditampilkan dengan muka hitam badan gembleng.
Ketika lahir Werkudara berwujud bungkus yang hanya dapat dipecahkan oleh gajah pusaka astina yang bernama gajah sena, kemudian menyatu dan sejiwa dengannya oleh karena itu disebut juga Arya Sena.
Tokoh Werkudara ini sangat populer di tanah Jawa, oleh karena itu sering dijadikan simbol-simbol dalam kehidupan masyarakat.
Di samping memiliki saudara Pandawa, Werkudara memiliki saudara tunggal bayu, yaitu Anoman (kera), Situbanda (gajah), Jayawreksa (raksasa), dan Maenaka (bukit).  Werkudara adalah sosok yang memiliki tingkat kejujuran tinggi, dia mempunyai sifat atau watak akan membalas kebaikan yang telah diperolehnya dari siapa saja, tetapi dia akan berbuat jahat kepada siapa saja yang melakukan kejahatan atau perbuatan yang buruk kepadanya.
Dalam usaha menemukan air parwita sari, Werkudara rela meninggalkan anak saudara dan berkali-kali dibohongi oleh Pandita Druna, hingga akan membawa maut.
Namun atas keteguhan hatinya Werkudara mampu mengatasi rintangan-rintangan dan menyeburkan diri di tengan samudra, sehingga dapat menemukan jati dirinya melalui Dewa Ruci yang mengajarkan ilmu kesempurnaan. Seperti yang diceritakan dalam lakon Dewa Ruci.
Ketika Pandawa dalam bahaya api yang membakar tempat tinggalnya, Werkudara mampu membawa saudara-saudara dan ibunya untuk menyelamatkan diri, atas bantuan garangan putih yang merupakan perwujudan dari Anantaboga, melalui bawah tanah sampai di Kahyangan Saptapretala, ketika itu Werkudara dikawinkan dengan Dewi Nagagini. Dalam lakon Babat Alas Mrentani, saat para Pandawa babat alas untuk membuat kraton, ia berperang melawan raja jin yang bernama Dandun Wacana yang kemudian sejiwa dengannya dan memberinya kerajaan Jodipati. Dalam lakon Partakrama Werkudara mampu memenuhi persyaratan untuk perkawinan Arjuna yang berbentuk banteng pancal panggung yang berjumlah 40 ekor yang harus mengalahkan raksasa penjaganya dan mencarikan kera putih mulus yang disebut dengan Mayangseta dari Pandansurat.
Dalam lakon Dewamambang, Werkudara dapat mempertahankan kehormatan Puntadewa kakaknya dan Amarta.
Werkudara selalu berkata ngoko atau nungkak krama dan tidak pernah menyembah kepada siapa pun, merupakan lambang kejujuran dan kesederhanaan, sehingga apa yang dilakukan adalah sesuai dengan kondisinya, jadi tidak direkayasa, termasuk kepada para Dewa.


Relief naga batu putih

Relief Naga atau lukisan timbul yang dibuat dari batu alam paras jogja atau juga bisa disebut batu paras putih, relief sebagai tempelan dinding penghias ruangan maupun luar ruangan, dimana penempatanya menurut selera anda.

Relief naga dibuat dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih

Relief naga dibuat dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih Relief gambar naga dibuat dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih
Relief naga dibuat dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih Relief gambar naga dibuat dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih

Gambar relief naga dibawah ini sebelum dilakukan pengecatan.

Relief atau lukisan timbul dibuat dari batu alam paras jogja atau batu paras putih gambar naga

Relief batu alam paras jogja atau batu paras putih gambar naga Relief batu alam paras jogja atau batu paras putih gambar naga


Relief Naga dari batu alam paras jogja atau batu alam paras putih.
Dibuat diatas lempengan batu dengan ketebalan 8cm, diukir hingga menjadi gambar naga berbentuk lukisan timbul yang disebut Relief.
Relief batu alam sejak zaman dulu sudah ada, biasanya relief bermotif gambar orang, seperti dibangunan candi-candi peninggalan nenek moyang berabad-abat tahun yang lalu.
kini telah dikembangkan lebih moderen dengan banyak motif dan fariasi hingga menghasilkan karya seni relief 3D yang lebih bagus dan hidup.
Salah satu contoh Relief naga dibuat lebih halus rapi dan ada corak-corak warna untuk menimbulkan gambar yang lebih jelas.
Relief naga dengan beberapa fariasi cat hitam, emas dan merah, membuat relief naga tampak hidup dan kekar.

Lihat juga Relief naga dan Roster Naga yang lainya:



Untuk informasi pemesanan relief Naga ataupun kerajinan batu alam paras putih yang lainya, Silahkan hubungi kontak Disamping.



Naga adalah sebutan umum untuk makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran raksasa.
Makhluk ini sudah dikenal sejak zaman dulu dan muncul dalam berbagai kebudayaan.
Pada umumnya berwujud seekor ular besar, namun ada pula yang menggambarkannya sebagai kadal bersayap yang memilik beberapa kepala dan dapat menghembuskan nafas api. Naga dipercaya dapat ditaklukan lewat musik.
Naga, dalam berbagai peradaban dikenal dengan nama dragon (Inggris), draken (Skandinavia), Liong (Tiongkok), dikenal sebagai makhluk superior yang berwujud menyerupai ular, kadang bisa menyemburkan api, habitatnya di seluruh ruang (air, darat, udara). Meskipun penggambaran wujudnya berbeda-beda, namun secara umum spesifikasi makhluk tersebut digambarkan sebagai makhluk sakti.
Sosok naga di dunia barat digambarkan sebagai monster, cenderung merusak dan bersekutu dengan kekuatan gelap.
Dicitrakan sebagai tokoh antagonis yang seharusnya dihancurkan.
Seseorang bisa mendapat gelar pahlawan atau ksatria dengan membunuh naga.
Tidak demikian halnya dengan citra naga di peradaban timur.
Di Tiongkok, naga dianggap sebagai sosok yang bijaksana dan agung layaknya dewa.
Naga adalah satu-satunya hewan mitos yang menjadi simbol Shio.
Budaya Minangkabau mengenal dongeng Ngarai Sianok yang diciptakan oleh Sang Naga.
Hiasan Relief atau lukisan timbul berbentuk naga untuk tempelan dinding.
Masyarakat Dayak juga menggambarkan Naga sebagai penguasa dunia bawah, dan Burung Enggang sebagai penguasa dunia atas.
Naga di peradaban timur mendapat tempat terhormat, karena meskipun mempunyai kekuatan dahsyat yang bisa menghancurkan, namun tidak semena-mena dan bahkan bisa mengayomi.
Dalam tradisi Tionghoa juga terdapat makhluk bernama Liong atau Lung yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah naga.
Makhluk ini digambarkan sebagai ular berukuran raksasa, lengkap dengan tanduk, sungut, dan cakar, sehingga berbeda dengan gambaran naga versi India.
Naga versi Tionghoa dianggap sebagai simbol kekuatan alam, khususnya angin topan.
Pada umumnya makhluk ini dianggap memiliki sifat yang baik selama ia selalu dihormati.
Naga dianggap sebagai penjelmaan roh orang suci yang belum bisa masuk surga.
Biasanya roh orang suci menjelma dalam bentuk naga kecil dan menyusup ke dalam bumi untuk menjalani tidur dalam waktu lama. Setelah tubuhnya membesar, ia bangun dan terbang menuju surga.
Sebagian ilmuwan berpendapat, naga dalam kebudayaan Tionghoa merupakan makhluk khayal yang diciptakan oleh masyarakat zaman dahulu akibat penemuan fosil dinosaurus. Makhluk ini juga dikenal dalam kebudayaan Jepang dengan istilah Ryu.
Naga dalam shio memiliki arti kebenaran. Arti lain adalah perlindungan dan keperkasaan.


Relief gunungan batu putih


relief batu jogja atau batu putih gambar gunungan atau kayon

Relief / Ornamen gunungan yang dibuat dari batu paras jogja/paras putih, digambar diatas lempengan batu, pembuatanya dengan cara dipahat secara manual hingga menghasilkan gambar 3D yang timbul.
Relief kayon atau dalam bahasa jawanya disebut Gunungan.

Lihat juga Relief / Ornamen motif gunungan yang lainya.


Untuk pemesanan Relief Kayon atau motif yang lainya silahkan hubungi kontak disamping.



Sedikit cerita tentang Kayon / Gunungan yang diambil dari beberapa sumber.

Kayon/Gunungan adalah wayang berbentuk gambar gunung beserta pohon besar, binatang dan rumah joglo.
Gambar kayon/gunungan dibagian bawah terdapat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa/buto yang memegang pedang dan perisai.
Ditengah terdapat satu pohon yang besar.
Dalam gunungan tersebut terdapat juga gambar berbagai binatang hutan.
Gambar secara keseluruhan menggambarkan keadaan di dalam hutan belantara.
Gunungan melambangkan keadaan dunia beserta isinya.
Sebelum wayang dimainkan, Gunungan ditancapkan di tengah-tengah layar, condong sedikit ke kanan yang berarti bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat.
Setelah dimainkan, Gunungan dicabut, dijajarkan di sebelah kanan.
Gunungan dipakai juga sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita.
Untuk itu gunungan ditancapkan di tengah-tengah condong ke kiri.
Selain itu Gunungan digunakan juga untuk melambangkan api atau angin dalam cerita peeayangan.
Dalam hal ini Gunungan dibalik, di sebaliknya hanya terdapat cat merah-merah, dan warna inilah yang melambangkan api.
Gunungan juga dipergunakan untuk melambangkan hutan rimba, dan dimainkan pada waktu adegan rampogan, tentara yang siap siaga dengan bermacam senjata.
Dalam hal ini Gunungan bisa berperan sebagai tanah, hutan rimba, jalanan dan sebagainya, yakni mengikuti dialog dari dalang.
Setelah lakon selesai, Gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah layar, melambangkan bahwa cerita sudah selesai.
Gunungan ada dua macam, yaitu Gunungan Gapuran dan Gunungan Blumbangan. Gunungan Blumbangan digubah oleh Sunan Kalijaga dalam zaman Kerajaan Demak. Kemudian pada zaman Kartasura digubah lagi dengan adanya Gunungan Gapuran.
Gunungan dalam istilah pewayangan disebut Kayon.
Kayon berasal dari kata Kayun.
Gunungan mengandung ajaran filsafat yang tinggi, yaitu ajaran mengenai kebijaksanaan. Semua itu mengandung makna bahwa lakon dalam wayang berisikan pelajaran yang tinggi nilainya.
Hal ini berarti bahwa pertunjukan wayang juga berisi pertunjukan wayang juga berisi ajaran filsafat yang tinggi.


Relief wayang gatotkaca


relief ornamen batu paras jogja / batu paras putih gambar wayang gatotkaca

Relief wayang batu alam paras jogja / batu alam paras putih.
Gambar yang tampak timbul diatas lempengan batu putih, pembuatanya dengan cara ditatah secara manual hingga menghasilkan karya seni lukisan timbul yang indah.
Gambar Relief wayang untuk hiasan tempelan dinding rumah, penempatanya dapat dipasang didinding teras rumah maupun dalam ruangan atau menurut situasi bentuk rumah.

Lihat juga motif ornamen relief wayang yang lainya:
Untuk pemesanan relief wayang maupun kerajinan batu putih yang lainya silahkan hubungi kontak disamping.


Sedikit cerita kisah tokoh pewayangan Raden Gatotkaca yang diambil dari beberapa sumber.

Raden Gatotkaca adalah putera Raden Wrekudara yang kedua.
Ibunya seorang putri raksasa bernama Dewi Arimbi di Pringgandani.
Waktu dilahirkan Gatotkaca berupa raksasa, karena sangat saktinya tidak ada senjata yang dapat memotong tali pusatnya.
Kemudian tali pusat itu dapat juga dipotong dengan senjata Karna yang bernama Kunta, tetapi sarung senjata itu masuk ke dalam perut Gatotkaca, dan menambah lagi kesaktiannya.
Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian, karena itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah gala-gala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang.
Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar.
Gatotkaca diangkat jadi raja di Pringgadani dan ia disebut kesatria di Pringgadani, karena pemerintahan negara dikuasai oleh keturunan dari pihak perempuan.
Dalam perang Baratayudha Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang ditujukan kepada Gatotkaca.
Ketika Gatotkaca bersembunyi dalam awan. Gatotkaca jatuh dari angkasa dan mengenai kereta kendaraan Karna hingga hancur lebur. Gatotkaca beristerikan saudara misan, bernama Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna.
Dalam riwayat, Gatotkaca mati masih sangat muda.

Gambar relief wayang sengkuni

Relief wayang sengkuni

relief ornamen batu alam paras jogja / batu paras putih gambar wayang sengkuni

Relief tokoh pewayangan Sengkuni yang dibuat dari batu alam paras jogja atau juga bisa disebut batu putih.
Relief atau dapat juga disebut lukisan timbul 3D untuk penghias tempelan dinding.
Ukuran yang pernah dibuat 80cm x 120cm dengan ketebalan batu 8cm.
Ukuran dapat menyesuaikan lokasi anda, bisa dibuat ukuran lebih kecil maupun lebih besar.

Lihat juga Relief wayang motif yang lainya:



Sedikit cerita kisah tokoh pewayangan Sengkuni.

Sangkuni adalah seorang tokoh antagonis dalam wiracarita Mahabarata.
sengkuni merupakan paman para Korawa dari pihak ibu.
Sengkuni terkenal sebagai tokoh licik yang selalu menghasut para Korawa agar memusuhi Pandawa.
sengkuni berhasil merebut Kerajaan Indraprastha dari tangan para Pandawa melalui sebuah permainan dadu.
Sangkuni merupakan personifikasi dari Dwaparayuga, yaitu masa kekacauan di muka Bumi, pendahulu zaman kegelapan atau Kaliyuga.
Dalam pewayangan mahabarata disebutkan nama sangkuni dan pewayangan Jawa dengan nama Sengkuni.
Ketika para Korawa berkuasa di Kerajaan Hastina, sengkuni diangkat sebagai patih.
Dalam pewayangan Sunda, ia juga dikenal dengan nama Sangkuning.
Dalam cerita Wayang Mahabarata Sangkuni adalah Mahapatih sekaligus merangkap penasehat raja di Kerajaan Astina yang dikuasai keluarga Kurawa.
Patih Sengkuni terkenal dengan prinsip hidupnya yang ekstrem: biarlah orang lain menderita yang penting hidupnya bahagia.
Dengan prinsip hidup seperti itulah Sengkuni menjalani karirnya: munafik, licik, hasut dan penuh tipu muslihat.
Baik dalam versi Mahabharata maupun versi pewayanagan jawa, Sangkuni merupakan penasihat utama Duryodana, pemimpin para Korawa.
Berbagai jenis tipu muslihat dan kelicikan ia jalankan demi menyingkirkan para Pandawa.
Usaha Sengkuni yang paling sukses adalah merebut Indraprastha dari tangan para Pandawa melalui permainan dadu melawan pihak Korawa.
Kisah ini terdapat dalam Mahabharata bagian kedua, atau Sabhaparwa.
Peristiwa tersebut disebabkan oleh rasa iri hati Duryodana atas keberhasilan para Pandawa membangun Indraprastha yang jauh lebih indah daripada Hastinapura.
Atas saran Sengkuni, ia mengundang para Pandawa untuk bermain dadu di Hastinapura.
Dalam permainan itu Sangkuni bertindak sebagai pelempar dadu Korawa.
Dengan menggunakan ilmu sihirnya, ia berhasil mengalahkan para Pandawa.
Sedikit demi sedikit, harta benda para Pandawa jatuh ke tangan Duryodana, termasuk istana Indraprastha dan istri mereka, Dropadi.
Hebatnya pula, Sengkuni adalah pemilik ajian Pancasona, sebuah ilmu kedigdayaan yang membuatnya sakti madraguna: punya daya tarik, kebal terhadap segala jenis senjata, bahkan bila tubuhnya terputuspun tubuhnya bisa tersambung kembali.
Maka jadilah Sengkuni sebagai sosok manusia jahat yang sulit ditaklukkan.
Mengingat cerita wayang adalah filsafat yang dikemas dalam kesenian, maka sosok Sengkuni dengan Ajian Pancasonanya hanyalah potret (gambaran) karakter manusia sepanjang masa.
Dia adalah symbol kemunafikan, keserakahan, arogansi, dan keangkaramurkaan.
Kapan pun dan dimana pun di dunia ini, manusia-manusia berkarakter Sengkuni akan selalu ada, bahkan di sekitar kita.

Di akhir kisah Perang Baratayudha, ketika sebagaian besar keluarga Kurawa dan Pandawa sudah gugur di medan Kurusetra, giliran Sengkuni menemui ajalnya di tangan Bima dengan senjata Kuku Pancanaka.
Dengan Kuku Pancanaka yang terbuat dari gading gajah kayangan itulah Bima ditakdirkan berhasil membunuh Sengkuni, patih licik yang telah membuat Bima bersaudara, Pandawa, menderita lahir bathin: kehilangan tahta dan terusir dari istana.

Namun cerita versi lainnya mengatakan bahwa:
Kisah versi India sedikit berbeda dengan Kakawin Bharatayuddha yang ditulis pada zaman Kerajaan Kadiri tahun 1157. Menurut naskah berbahasa Jawa Kuna ini, Sangkuni bukan mati di tangan Sadewa, melainkan di tangan Bima, Pandawa yang kedua.
Sangkuni dikisahkan mati remuk oleh pukulan gada Bima.
Bima kemudian memotong-motong tubuh Sengkuni menjadi beberapa bagian.
(Kisah diambil dari beberapa sumber)

Untuk pemesanan Relief wayang sengkuni dan kerajinan batu ukir motif yang lainya, silahkan hubungi kontak disamping.

Relief pemandangan dasar laut

Relief pemandangan dasar laut yang dibuat dari batu alam paras jogja, batu alam paras putih.

Relief 3D dengan nuansa pemandangan dasar laut, tumbuhan rumput, karang penyu laut serta beberapa macam ikan laut, yang dibuat dari batu alam asli, berasal dari daerah gunungkidul, yogyakarta.
Bahan Batu yang digunakan adalah pilihan khusus untuk kerajinan seni ukir relief penghias dinding (lukisan timbul) maupun kerajinan yang lain seperti roster, ornamen, patung dan lain sebagainya.

Lihat juga relief tempelan dinding motif yang lainya:


Jogja stone menerima pesanan segala bentuk ukiran dari batu paras jogja, batu paras putih.
Motif Desain gambar dan ukuran bebas tergantung permintaan.
Dapat memilih motif dari koleksi gambar-gambar yang ada diwebsite ini maupun menggunakan gambar dari sumber lainya.
Sekiranya nanti gambar ada yang kurang bagus akan diperbaiki waktu proses pembuatan.

Untuk pemesanan relief dinding pemandangan dasar laut atau kerajinan motif yang lainya atau sekedar minta informasi silahkan hubungi kontak disamping.


Relief batu paras motif kayon

Relief batu paras jogja/batu putih gambar kayon  Relief batu paras jogja/batu putih gambar kayon


Relief batu paras jogja/batu putih gambar kayon  Relief batu paras jogja/batu putih gambar kayon


Relief,ornamen atau lukisan timbul motif kayon/gunungan yang dibuat dari batu alam paras jogja,batu putih, batu yang berasal dari daerah wonosari, gunungkidul, yogyakarta.

Ukuran asli pada gambar kayon/gunungan 200cm x 300cm dengan ketebalan batu 8cm.
relief ornamen menggunakan 10 sambungan lempengan batu yang diset menjadi satu.
pemasangan satu persatu hingga ukiran kayon menjadi utuh, pada sambungan supaya tidak kelihatan dengan cara dinat menggunakan bubuk batu besera campuran perekat juga sebagai penyeimbang warna.
cara pengenatan hampir sama dengan nat kramik, setelah dinat agak kering selanjutnya untuk merapikan sambungan menggunakan alat yang tajam seperti tatah, pisau atau alat alternatif lainya dan amplas ukuran 100-120.
proses finising supaya ukiran batu tahan terhadap cuaca dan menghidari dari serangan kotoran/lumut yang masuk ke pori-pori batu dengan cara dicoating.
Saran coating menggunakan yang Natural supaya warna sambungan tidak kelihatan.
saat dicoating warna ukiran batu alam berubah menjadi krem/coklat dan warna tidak rata, setelah beberapa hari akan kembali kewarna putih rata, waktu yang diperlukan hingga warna batu sama sekitar 3hari - 7hari tergantung cuaca.
jika menggunakan coating glos/doff nat sambungan akan timbul dan nampak jelas.

Kayon atau dalam bahasa jawanya gunungan yang biasa terdapat pada satu paket pewayangan.
Gunungan atau di dalam pakeliran wayang disebut kayon, yang diciptakan oleh Raden Patah.
Dinamakan kayon atau gunungan karena bentuknya menyerupai gunung, tumbuhan kayu (hutan) yang memiliki puncak dan terdapat pada setiap pagelaran wayang.
Untuk gambar diatas relief/ornamen kayon sederhana.
Lihat motif kayon yang lainya motif gambar berbeda:


Untuk informasi pemesanan motif kayon atau motif ukiran batu alam yang lainya, ukuran panjang dan lebar bebasdapat mengikuti bidang yang sudah ada.
Silahkan hubungi kontak disamping.


Kayon / Gunungan salah satu ciri biasanya terdapat gambar terdiri:

  1. Rumah joglo atau balai yang indah dan pada bagian pintu rumah dihiasi lukisan Kamajaya berhadapan dengan Dewi Ratih.
  2. Dua buto / raksasa kiri dan kanan sebelah rumah joglo membawa gada lengkap dengan tamengnya.
  3. Dua naga bersayap.
  4. Hutan belantara dan beberapa hewan: harimau,banteng,burung,monyet,angsa,ayam alas, dll.
  5. Satu Pohon besar ditengah hutan.


Gambar-gambar yang terdapat pada kayon/gunungan tersebut menggambarkan alam semesta lengkap dengan isinya.
Gunungan di dalam pagelaran wayang kulit mempunyai fungsi yang sangat penting diantaranya:


  1. Sebagai tanda dimulaiya pentas pewayangan, yakni fungsi dengan dicabutnya kayon di tengah kelir kemudian ditancapkan pada posisi sebelah kanan.
  2. Sebagai tanda perubahan adegan cerita.
  3. Digunakan untuk tanda pergantian waktu.
  4. Untuk menggambarkan sebuah wahyu dari dewa, atau sebagai angin maupun udara dengan menggerakkan gunungan sesuai arah.
  5. Untuk menandai berakhirnya pertunjukan pewayangan dengan menancapkan kayon di tengah-tengah kelir.



Ukiran batu putih

Ukiran batu putih gunungkidul motif bunga lotus  Ukiran batu putih gunungkidul motif bunga lotus

     Ukiran batu putih dengan kata lain ukiran batu paras atau relief batu paras jogja, batu gunungkidul.
Lihat juga relief lutus batu alam motif yang lainya.
Ukiran batu alam dengan motif relief bunga lotus, untuk penghias tempelan dinding ruangan, dinding taman maupun dinding depan rumah, peletakan pemasangan sesuai selera kira-kira yang pantas menurut bangunan yang anda miliki. Saran pemasangan ukiran relief lotus batu paras/batu putih sebaiknya terhindar dari hujan, supaya tidak kena jamur atau lumut. Jika pemasangan pada posisi tepat ukiran batu alam tidak akan rusak dan juga tidak rapuh, tetap utuh selamanya dan kalau memang terpaksa harus di pasang dalam kondisi kena hujan dan panas sebaiknya proses finising dicoating beberapa lapis supaya coating lebih tebal supaya tidak mudah luntur.
Berbeda dengan ukiran yang pemasanganya didalam ruangan atau terhindar dari panas dan hujan cukup sekali coating sudah aman.
Lihat juga motif relief lotus dan sepasang bangau yang tidak kalah keindahnya.

      Perawatanya ukiran relief atau ukiran batu alam yang lainya pun mudah, jika kena kotoran debu cukup di kuas atau disemprot air.

      Untuk informasi pemesanan relief lotus dan juga bisa motif yang lainya sesuai keinginan anda dan lebih jelasnya silahkan hubungi kontak disamping.


Tag:
Ukiran batu putih, ukiran batu alam, ukiran batu jogja, ukiran batu paras putih, ukiran batu paras jogja, ukiran batu terbaik, ukiran batu paling bagus, batu pori-pori halus, batu wonosari, batu gunungkidul, relief batu alam, relief batu paras, relief batu putih,  relief batu jogja, relief batu paras putih, relief batu alam paras jogja, kerajinan batu alam, kerajinan batu putih, kerajinan batu paras, kerajinan batu wonosari, kerajinan batu gunungkidul, kerajinan batu jogja, relief lotus, relief bunga lotus, relief kembang lotus, gambar lotus, ukiran, gambar relief, relief motif lotus, relief motif lotus dan ilalang, pengrajin ukir batu terpercaya, harga relief lotus, harga relief, harga ukiran batu putih, harga murah, ukiran batu kuwalitas terbaik, relief batu paras terbaik, asli batu alam.


Relief wayang wisanggeni

Relief batu alam paras putih/paras jogja motif wayang wisanggeni.

Relief batu alam tokoh pewayangan Wisanggeni yang biasanya dibuat dari kulit, untuk yang satu ini gambar wayang dibuat diatas lempengan batu alam paras putih. Pembuatanya antara wayang kulit dan relief wayang batu alam sama-sama dengan cara ditatah/pahat.
Wayang kulit punya ketebalan 3mm - 5mm sedangkan relief wayang batu alam paras putih/batu paras jogja menggunakan bahan batu dengan ketebalan 5cm-10cm, ukiran gambar wayang tampak jelas hingga menghadirkan ukiran 3D, relief wayang untuk penghias tempelan dinding secara permanen dan tidak bisa dipindah-pindahkan seperti wayang kulit.

Jika anda berminat memesan relief wayang atau juga bisa motif yang lainya sesuai yang anda inginkan Silahkan hubungi ke kontak jogja stone.

Sedikit kisah tentang tokoh pewayangan wisanggeni:
Tokoh pewayangan Wisanggeni.
merupakan tokoh kreasi pujangga Jawa.
Wisanggeni dikenal sebagai putra Arjuna yang lahir dari seorang bidadari bernama Batari Dresanala. Wisanggeni merupakan tokoh yang dikenal pemberani, tegas dalam bersikap, serta memiliki kesaktian luar biasa.
Wisanggeni digambarkan sebagai pemuda yang angkuh, tapi hatinya baik dan suka menolong.
Wisanggeni tidak tinggal di dunia bersama para Pandawa, melainkan berada di kahyangan. Dalam hal berbicara, Wisanggeni tidak pernah menggunakan basa krama (bahasa Jawa halus) kepada siapa pun, kecuali kepada Sanghyang Wenang.
Kesaktian Wisanggeni dikisahkan melebihi putra-putra Pandawa lainnya.
Seperti Antareja, Gatutkaca, dan Abimanyu. Sepupunya yang setara kesaktiannya hanya Antasena. Namun bedanya, Antasena bersifat polos dan lugu, sedangkan Wisanggeni cerdik dan penuh akal.

RELIEF WAYANG ANTASENA

Relief wayang antasena

Relief batu alam paras jogja / batu alam paras putih motif wayang antasena

Relief atau ornamen motif pewayangan dengan tokoh Antasena. Relief ornamen yang dibuat dari batu alam paras jogja maupun batu alam paras putih. Digambar yang terlihat warna kuning/ krem dikarenakan habis dicuci dan efek dari kamera. Jika batu sudah kering akan berubah menjadi warna putih rata dan bintik-bintik krem akan samar atau juga bisa hilang tidak akan kelihatan. Relief pewayangan diambil dari gambar wayang kulit dan dibuat diatas lempengan batu dengan cara dipahat/diukir manual oleh pembuatnya sehingga menjadi lukisan timbul atau sebutan yang tidak asing lagi orang menyebutnya Relief.

Jika anda berminat untuk memiliki Relief/ornamen pewayangan atau juga ukiran batu alam paras jogja atau batu alam paras putih motif yang lainya silahkan hubungi kontak disamping.

Sedikit cerita singkat tentang kisah pewayangan tokoh Antasena:
       Antasena adalah nama salah satu tokoh pewayangan di jawa dan tidak ada dalam pewayangan mahabarata.
Tokoh wayang antasena merupakan kreasi para pujangga Jawa.
Tokoh antasena dikenal sebagai putra Bimasena atau werkudara, antasena bersaudara dengan Gatotkaca.
Dalam pewayangan versi Surakarta dan jogja
Antasena dan antareja dua tokoh yang berbeda.
Dalam cerita pewayangan versi jogja Antasena dan Antareja adalah dua tokoh yang berbeda.
Sedangkan untuk versi surakarta antasena nama lain dari antareja.
Dalam pewayangan Antasena dikisahkan sebagai putra Bima yang paling sakti diantara saudaranya. Antasena mampu terbang kelangit dan bisa amblas ke dalam perut bumi.
Antasena digambarkan berwatak polos dan lugu, dan teguh dalam pendirian.
Dalam berbicara dengan siapa pun, antasena selalu menggunakan bahasa ngoko sehingga seakan-akan tidak mengenal tata krama/bahasa.
Namun dalam gaya berbicara justru menunjukkan kejujurannya di mana antareja memang tidak suka dengan basa-basi/menunjukan apa adanya.


RELIEF BURUNG MERAK DARI BATU PARAS


Relief dari batu alam paras jogja / batu alam paras putih motif burung merak.

Relief Burung merak yang dibuat dari batu alam paras jogja dan juga biasa disebut batu paras putih. Batu yang berasal dari daerah gunungkidul. Desain dan bentuk Relief burung merak sangat banyak, telah berulang-ulang kali dibuat dari ukuran kecil sampai yang besar dan ketebalan batu bermacam-macam ada yang ketebalan batu 5cm, 8cm dan 10cm, semakin tebal batu yang digunakan untuk relief maka hasil ukiranya pun semakin bagus. relief burung merak ada yang dibuat mendatar atau memanjang dan juga pernah dibuat ukuran meningggi, jogja stone sendiri telah beberapa kali membuatnya dengan berbeda-beda ukuran dan ketebalan. Relief burung merak diatas berukuran 100cm X 150cm X 5cm, atas pesanan dari Wates, Kulon progo.
Batu gunungkidul memang sangat cocok dibuat menjadi sebuah ukiran tempelan dinding, relief, ornamen maupun roster ventilasi udara, patung dan juga motif ukiran yang lain, batu yang khusus untuk ukiran mempunyai kepadatan yang bagus tidak mudah pecah, mudah dibuat ukiran segala macam, pori-pori halus tidak kasar. Batu paras berbeda dengan batu kapur walaupun sama-sama batu berasal dari gunungkidul. Kalau batu kapur mudah pecah, empuk dan tidak bisa dibuat ukiran, biasanya kalau batu kapur untuk bahan bangunan seperti mild dan juga untuk bahan kosmetik. Untuk batu paras sendiri yang dibuat menjadi kerajinan ukir ada dua tempat Dari Gunungkidul dan Dari Wonogiri tepatnya daerah manyaran. Di manyaran sendiri juga ada beberapa kuwalitas batu yang kasar juga yang lembut. Saya sendiri juga penah membuat kerajinan / ukiran menggunakan batu Manyaran, Wonogiri, sebelum diketemukan tambang yang baru dilokasi wonosari. 

Untuk pemesanan relief motif burung merak atau motif yang lainya dapat menghubungi kontak disamping.

RELIEF JEMBATAN AMPERA

Relief jembatan ampera dibuat diatas lempengan batu alam paras jogja atau batu alam paras putih.

Relief batu alam paras putih motif jembatan ampera

Desain Relief  atau lukisan timbul jembatan ampera, jembatan ampera yang sebenarnya terletak di palembang, sumatra selatan.  jembatan yang menjadi semacam ikon atau lambang dari kota palembang yang posisi letak jambatan ampera berada di tengah-tengah kota palembang. konon katanya jika berkunjung ke kota palembang dan belum melewati atau ke jembatan amperanya belum sampai di palembang. dan untuk gambar relief jembatan ampera atas pesanan dari bandung, relief ini akan di pasang di sarijadi, bandung, jawa barat.

untuk informasi pemesanan relief jembatan ampera atau motif yang lain silahkan hubungi kontak disamping.

RELIEF SAPI

Relief hewan sapi yang dibuat dari batu alam, batu paras jogja atau batu paras putih.

relief sapi batu alam paras jogja

Untuk pemesanan relief sapi silahkan hubungi kontak disamping.

Sapi adalah binatang peliharaan hampir setiap rumah dikampung memiliki peliharaan sapi terutama petani di desa-desa. Peliharaan sapi sebagai kerja sampingan di rumah dan juga ada yang berfokus untuk penghasilan utama bagi mereka. Hasil memelihara sapi juga untungnya tidak sedikit, apalagi jika penjualan di hari kurban harga bisa dua kali lipat dari hari-hari biasa. Maka tak sedikit orang yang hidup di kampung-kampung memilih berternak sapi.
Tapi untuk sapi yang ini berbentuk relief atau lukisan timbul sekedar untuk hiasan dinding rumah karena terbuat dari batu alam. Keistimewaan relief sapi ini tidak makan tidak minum maka jangan kuatir relief  sapi ini tidak bakalan kurus.

RELIEF MEMANCING IKAN

Relief batu alam motif sedang memancing ikan beserta wanita wanita pengambil air danau. Relief yang bahan dasarnya menggunakan batu alam asli, batu yang berasal dari gunungkidul, yogyakarta.

Relief batu alam paras putih motif sedang memancing ikan
Relief memancing

Gambar Relief tersebut atas pesanan dari bandar lampung, sumatra selatan.

Relief desain pemandangan alam seseorang mencari rejeki memancing ikan di kali atau danau dan dua perempuan sedang mengambil air untuk kebutuhan mencuci dan memasak dirumah. ikan untuk lauk makanan sehari hari bagi bapak petani ikan.